Selama 2017, Raup Denda Rp 2,58 M

361
Hari Purnomo. (DOK RADAR KEDU)
Hari Purnomo. (DOK RADAR KEDU)

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID — Sebanyak 75 persen kasus kriminal yang dilaporkan oleh masyarakat selama 2017 berhasil diungkap oleh Polres Magelang. Klaim tersebut disampaikan oleh Kapolres Magelang, AKBP Hari Purnomo, saat jumpa wartawan, pada Sabtu (30/12/2017) lalu. Hari membeber, selama 2017, terdapat 372 kasus yang terjadi di wilayah Kabupaten Magelang. Dari jumlah tersebut, Polres berhasil mengungkap 279 kasus.

“Yang berhasil kita ungkap sebanyak 279 kasus. Kurang lebih 75 persen dari kasus yang terjadi. Tertinggi adalah kasus curat, curas, dan curanmor.” Bagaimana dengan kasus narkoba selama kurun waktu 2016 – 2017? Polres Magelang mampu mengungkap 25 kasus. Dari 25 kasus narkoba, sebanyak 29 tersangka berhasil diamankan.

Barang bukti yang berhasil diamankan, antara lain, 41,93 gram ganja, 42,72 gram sabu, 225 butir pil alprazolam, 290 butir pil merzolam, 7 butir pil esilgan, dan 87 butir pil alganax. Yang menarik, penindakan pelanggaran terhadap penggunaan knalpot bising mencapai 1.355 tilang. Sedangkan peredaran miras, Polres berhasil mengamankan 1.459 botol miras. “Dari 1459 botol, sebagian telah kita musnahkan sekitar 1.279 botol. Sementara 180 botol masih dalam proses penindakan Operasi Lilin Candi.”

Terkait kecelakaan lalu lintas dan pelanggaran lalu lintas, total yang tercatat 775 kasus. Korban tewas 178 jiwa, luka berat (4) dan luka ringan 904 orang. “Kerugian materialnya Rp 463,6 juta. Untuk jumlah tilang, 46.477, teguran 46.567, dengan total denda Rp 2,58 miliar.”

Sementara itu, dari Kebumen dilaporkan, saat malam pergantian tahun, petugas Rutan Kebumen melakukan razia mendadak. Sasarannya, sejumlah kamar warga binaan. Hasilnya, petugas mengamankan sejumlah barang yang tidak diperkenankan berada di kamar rutan. Di antaranya, korek api gas, gelas kaca, paku, hingga silet. Razia yang dimulai pukul 20.00, dipimpin Kepala Rutan Soetopo. Karena dadakan, petugas maupun warga binaan, tampak kaget. Kendati demikian, razia tetap berjalan tertib dan lancar.

Soetopo mengklaim, razia serupa rutin dilakukan. Tujuannya, mencegah masuknya barang yang dilarang dibawa warga binaan dan alasan keamanan. Terkait razia, sebagai bentuk kewaspadaan, mengingat letak rutan dekat dengan Alun-Alun dan kondisinya sangat ramai. “Ini untuk mengantisipasi keamanan dari dalam maupun luar.”

Dikatakan, saat ini jumlah warga binaan di Rutan Kebumen sebanyak 188 orang dari kapasitas 113 orang. Soetopo kembali mengklaim, selama operasi pada 2017, pihaknya tidak pernah menemukan benda-benda mencolok. Selain razia rutin, pendekatan humanis, religius, dan kekeluargaan kepada warga binaan, menjadi kunci keamanan rutan. “Pendekatan humanis dan kekeluargaan membuat warga binaan dapat dikontrol dengan baik.” (cr3/isk)