Pakai Gas Melon, Resto Ditindak

581
SIDAK WARUNG: Tim Satgas Pangan Polres Temanggung saat mengecek dapur salah satu rumah makan untuk mengetahui jenis gas elpiji yang digunakan. (DOK POLRES TEMANGGUNG)
SIDAK WARUNG: Tim Satgas Pangan Polres Temanggung saat mengecek dapur salah satu rumah makan untuk mengetahui jenis gas elpiji yang digunakan. (DOK POLRES TEMANGGUNG)

RADARSEMARANG.COM, PURWOREJO — Resto-resto menengah ke atas yang masih menggunakan gas melon alias elpiji bersubsidi 3 kilogram, bakal ditindak tegas oleh polisi. Hal serupa juga dilakukan pada pemilik usaha lainnya. Mereka tidak berhak menggunakan elpiji 3 kg, karena elpiji yang dimaksud, hanya diperuntukkan bagi warga miskin.

Penindakan menyusul perintah lisan Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono tentang penggunaan elpiji 3 kg yang tidak tepat sasaran.

Kasat Reskrim Polres Purworejo, AKP Kholid Mawardi, Minggu (31/12/2017) sore, melakukan sidak. “Kami terpaksa melakukan sidak, dengan menyisir beberapa tempat usaha menengah ke atas,” kata Kholid.

Hasil pengecekan di beberapa tempat usaha, terungkap, dua resto di Jalan Tentara Pelajar dan usaha peternakan ayam di Desa Kalimiru, Kecamatan Bayan, menggunakan epliji 3 kg. “Ini kan pelanggaran, seharusnya mereka sudah tidak menggunakan elpiji bersubsidi,” kata Kholid.

Pihaknya mengimbau dan mengingatkan oknum-oknum yang masih menggunakan gas 3 kg untuk beralih ke gas nonsubsidi. Hal itu dilakukan agar ketersediaan elpiji 3 kg terjaga di pasaran dan peruntukannya tepat sasaran. “Gas bersubsidi hanya untuk masyarakat miskin serta para pelaku usaha kecil.”

AKP Kholid berjanji, pihaknya akan terus menyisir tempat-tempat usaha yang terindikasi masih menggunakan gas bersubsidi. “Kami juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar mereka paham.”

Terpisah, Tim Satgas Pangan Polres Temanggung juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap penggunaan gas elpiji 3 kilogram pada seluruh warung makan yang tersebar di wilayah Kabupaten Temanggung. Kapolres Temanggung AKBP Wiyono Eko Prasetyo melalui Kasat Reskrim AKP Dwi Haryadi mengatakan, sidak ini dilakukan untuk memastikan bahwa penggunaan gas tiga kilogram tepat sasaran dan untuk mengetahui stok gas elpiji selama liburan Natal dan Tahun Baru. Selain itu, sebagai upaya antisipasi terjadinya penimbunan dan pengoplosan gas elpiji.

“Bagi yang kedapatan memakai gas ukuran tiga kilogram, kami berikan pembinaan yang selanjutnya diarahkan untuk beralih memakai gas nonsubsidi serta dibuatkan surat pernyataan agar tidak lagi menggunakan gas subsidi,” terang Dwi di sela-sela pemantauan warung makan, di wilayah Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung, Minggu (31/12).

Dwi mengungkapkan, meski saat ini belum menemukan adanya penimbunan dan pengoplosan, namun pihaknya terus bekerja keras melakukan pengecekan dan penyelidikan di lapangan. Selain antisipasi kelangkaan gas elpiji, Satgas Pangan juga akan melakukan sidak ke pasar-pasar, agar momentum libur panjang akhir tahun ini tidak dimanfaatkan oleh oknum penjual dengan menaikkan harga kebutuhan pokok. “Berdasarkan pantauan, harga kebutuhan pokok juga relatif stabil,” jelasnya. (jpg/isk)