33 C
Semarang
Sabtu, 4 Juli 2020

Pak Dirman Ajak Keluarga Wisata Religi

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Di penghujung tahun 2017 calon gubernur Jawa Tengah yang diusung Gerindra, PAN, dan PKS, Sudirman Said mengajak keluarga besarnya berwisata mengunjungi sejumlah situs religi di Semarang, Minggu (31/12) kemarin. Kunjungan dimulai dari Gereja Blendug, kemudian ke Klenteng Sam Pho Kong, lanjut ke Masjid Raya Jawa Tengah di kawasan Gayam Sari, lalu ke Vihara Buddhagaya Watugong, dan terakhir mengunjungi Candi Gedong Songo.
“Anak-anak kebetulan bisa kumpul semua, liburan akhir tahun. Yang di Aceh, Surabaya, dan Jogjakarta, semua bisa pulang. Ada yang mengusulkan mengunjungi tempat-tempat ibadah bersejarah. Saya setuju,” kisah Pak Dirman mengenai ide mengunjungi tempat-tempat ibadah bersejarah yang ada di Semarang.

Usai berwisata religi, Pak Dirman menyampaikan, Jawa Tengah bisa menjadi pusat wisata religi, bukan saja nasional, tapi juga global. Wisatawan dapat melihat situs-situs agama tertua, serta mengetahui interaksi antar umat beragama yang damai di Jawa Tengah.

Candi-candi besar, baik Hindu maupun Budha seperti Prambanan dan Borobudur ada di Jateng. Aktivitas dakwah Walisongo menyebarkan agama Islam di sepanjang pesisir Jateng adalah proses penyebaran agama Islam yang fenomenal dengan pendekatan kultural. Jejaknya juga masih bisa dijumpai di Jateng.

Kemudian cerita mendaratnya Laksamana Cheng Ho yang sangat kaya pembelajaran. Ada pagoda tua yang masih sangat terpelihara. Sekolah seminari  tertua ada di Mertoyudan, Magelang. “Semuanya merupakan penanda penting bagaimana kehidupan beragama di Jateng berjalan dengan penuh damai,” ujar dia.
Suasana seperti ini harus terus dijaga dan dipertahankan. Bahkan, jika kelak terpilih sebagai Gubernur Jateng, Pak Dirman bertekad terus menjaga harmoni di Jateng, sebagaimana yang ia jalani selama ini.

“Rekam jejak dan pergaulan saya sejak dulu memang ada di lingkungan yang majemuk. Sudah lebih dari 15 tahun sekretaris saya seorang Tionghoa profesional. Waktu saya menteri, ajudan saya perwira Kopasus beragama Katholik. Sahabat dekat selama kuliah aktivis Hindu yang taat. Di dunia korporasi dan politik, saya banyak punya teman dekat dari mancanegara,” urai dia.

Pak Dirman juga akan berupaya membantu menjadikan Jateng sebagai pusat wisata religi nasional maupun internasional. Untuk itu, sejumlah hal perlu dibenahi, di antaranya sarana dan prasarana fisik, serta pembenahan manajemen. “Kami perlu menyusun banyak narasi untuk tempat-tempat ibadah  bersejarah di Jawa Tengah,” pungkas dia. (*/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kopi Batang Berpeluang Diekspor ke Jepang

BATANG–Melimpahnya hasil panen kopi di Kabupaten Batang, jika diperlukan yang tepat dengan teknologi yang bagus. Bahkan, kopi Batang berpeluang untuk diekspor ke Jepang. Hal tersebut...

Viral di Medsos Harga Pertalite Naik, Begini Jawaban Pertamina

JawaPos.com - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite tengah viral di media sosial. Hal itu muncul dari sebuah meme yang menyebutkan Pertalite...

Sembunyikan Motor Curian di Kuburan

RADARSEMARANG.COM, KEBUMEN – Pujiono alias Muklas, 35, harus berurusan dengan aparat Polsek Puring. Warga Desa Srusuhjurutengah Puring ini diduga mencuri 2 sepeda motor milik...

Pemkot Siap Lakukan Penyempurnaan

SEMARANG- Persoalan luasan lapak sudah menjadi masalah klasik setiap Pemkot Semarang merevitalisasi  pasar tradisional. Pedagang pun enggan menempati bangunan baru pasar yang telah dibangun...

Anggaran 2018 Difokuskan untuk RPJMD

UNGARAN – Rasionalisasi atau pemangkasan anggaran dalam Kebijakan Umum Anggaran - Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Anggaran 2018 difokuskan untuk kegiatan Rencana Pembangunan Jangkan...

Pelajar Temanggung Ikrar Bebas Narkoba

TEMANGGUNG - Kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Temanggung berikrar bebas dari narkoba dan gerakan anti-radikalisme. Ikrar...