Mapolres Diancam akan Diledakkan

347
SIMULASI : Petugas jaga Polres Kebumen memeriksa kendaraan pengunjung dengan metal detector dan mirror detector. (DOK HUMAS POLRES KEBUMEN)
SIMULASI : Petugas jaga Polres Kebumen memeriksa kendaraan pengunjung dengan metal detector dan mirror detector. (DOK HUMAS POLRES KEBUMEN)

RADARSEMARANG.COM, KEBUMEN — Sehari sebelum tahun baru 2018, Polres Kebumen diteror. Melalui sambungan telepon, seorang yang tidak dikenal mengancam akan meledakkan Mapolres Kebumen, Minggu (31/12). Bom akan diledakkan tepat pukul 08.30 WIB karena selama ini polisi dianggap telah menghambat aksi teror di sejumlah kantor pemerintah.

Petugas jaga Polres Kebumen, sekitar pukul 08.00 WIB, mendadak memukul lonceng tanda bahaya panggilan luar biasa. Menurut Kepala SPKT Polres Kebumen Ipda Mariman, telepon misterius itu masuk sekira pukul 07.50 WIB. Penelponnya diperkirakan seorang laki-laki.

Semua personel yang sedang melakukan tugas di lapangan, langsung ditarik dan diapelkan oleh Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar. Dalam situasi gawat, seluruh senjata api maupun senjata pendek dikeluarkan dari gudang. Seluruh pengunjung tanpa terkecuali, dicek dan digeledah barang bawaannya.

Termasuk pengendara mobil Avanza warna hitam nopol AA 9494 GW yang sedianya akan membuat laporan kehilangan juga digeledah. Semua pengunjung yang akan masuk Mapolres, harus melalui pemeriksaan anggota menggunakan alat metal detektor. Para penembak jitu juga ditempatkan di sekeliling Mapolres.

“Para pengunjung ikut panik. Tapi, kita berusaha menenangkan para pengunjung Polres,” terang Mariman.

Saat dilakukan konfirmasi, Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar menjelaskan, aksi teror tersebut hanya simulasi pengamanan markas. “Kita lakukan ini untuk melatih kecepatan personel dalam berkumpul. Kita juga melakukan pemlotingan personel, jika situasi semacam itu benar terjadi. Situasinya kita buat semirip mungkin,” ucap Arief. (jpg/ton)

Silakan beri komentar.