SAMBUT 2018 : Deretan lampion memenuhi langit setelah dilepas warga dan pengunjung di kawasan Waduk Jatibarang. (JON WAHEED/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SAMBUT 2018 : Deretan lampion memenuhi langit setelah dilepas warga dan pengunjung di kawasan Waduk Jatibarang. (JON WAHEED/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Perayaan pergantian tahun di kawasan Waduk Jatibarang dimeriahkan pentas 14 tari tradisional dan pelepasan ribuan lampion. Pentas tari tradisional untuk menghibur pengunjung dibawakan oleh warga mulai dari anak-anak sampai orang dewasa.

Ketua Panitia Tahun Baru 2018, Widodo mengatakan untuk mewujudkan pentas tersebut  sebelumnya digelar pelatihan selama sebulan, sehingga ketika pentas, penampil sudah menguasai panggung.

Setelah pentas, dilanjutkan doa bersama dengan warga dan panitia membagikan Nasi Kethek untuk dimakan bersama-sama dengan pejabat Muspika. Sedangkan untuk lampion pihaknya menyediakan 1.000 lampion. “Pasalnya berdasarkan pengalaman tahun lalu yang hanya disiapkan 500 lampion, ternyata ketika hari H masih kurang,” katanya.

Camat Gunungpati, Rony Tjahjo Nugroho mengatakan perayaan pergantian tahun ini dapat menjadi ukuran apakah tahun lalu lebih dari tahun ini atau sebaliknya. “Kalau tahun lalu masih kurang baik, maka di tahun ini harus lebih baik lagi sehingga apa yang menjadi harapan dan cita-cita kita bersama dapat terkabul,” katanya.

Salah seorang pengunjung, Aminah mengaku baru kali pertama mengikuti malam pergantian tahun. Kalau sebelumnya ke Simpanglima tetapi sekarang ke Waduk Jatibarang. “Baru kali pertama kali mengikuti pergantian tahun baru di Waduk Jatibarang, ternyata juga ramai,” katanya. (hid/ric)