SIDAK : Bupati Pekalongan, Asip Kolbihi, saat melakukan sidak di Jembatan Karangjati, Kecamatan Wiradesa, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIDAK : Bupati Pekalongan, Asip Kolbihi, saat melakukan sidak di Jembatan Karangjati, Kecamatan Wiradesa, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, memastikan pembangunan  Jembatan Karangjati di Desa Karangjati Kecamatan Wiradesa dan Jembatan Begal di Desa Tunjungsari Kecamatan Siwalan selesai dan dapat dilalui oleh warga pada malam tahun baru 2018.  Bupati didampingi Kabid Bina marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU TARU), Kabupaten Pekalongan, melakukan inspeksi mendadak (sidak), Minggu sore (31/12) kemarin.

Mengingat, kedua jembatan tersebut sangat penting dan menjadi pengurai kemacetan di Kecamatan Wiradesa dan Kedungwuni. Terutama Jembatan Karangjati yang merupakan penghubung beberapa desa, yakni Desa Karangjati, Desa Wiradesa, Desa Pecakaran menuju Kecamatan Kedungwuni dan arah Kajen. Sehingga, jika jembatan tersebut dapat dilalui, bisa mengurangi kemacetan di Alun Alun Gemek, Kecamatan Kedungwuni.

Bersyukur, Bupati Asip menyatakan bahwa pembangunan dua jembatan dipastikan selesai dengan baik dan dapat dilalui oleh warga. Bahkan, pada malam tahun baru bisa digunakan dan dilalui warga. Sehingga warga yang merayakan malam tahun baru di Alun-Alun Kajen, tidak harus memutar, karena kedua jembatan tersebut sudah bisa digunakan.

“Saya melakukan sidak untuk memastikan pembangunan Jembatan Karangjati. Ternyata sudah selesai dan nanti malam tahun baru bisa dilalui warga. Rencananya warga sekitar Jembatan Karangjati akan syukuran di atas jembatan atas selesainya pembangunan tersebut,” kata Bupati Asip.

Bupati Asip juga menegaskan bahwa selesainya pembangunan Jembatan Karangjati, akan mempermudah warga ke menuju Pasar Wiradesa atau Pasar di sekitarnya, terutama warga yang berada di sebelah timur Sungai Sengkarang, seperti Desa Pecakaran. “Selesainya Jembatan Karangjati yang dibangun dari APBD Kabupaten Pekalongan tahun 2017 sebesar Rp 7,8 miliar, akan menjadi pengungkit ekonomi bagi desa-desa di Kecamatan Wiradesa, Kecamatan Siwalan, maupun Kecamatan Bojong,” katanya. (thd/ida)