Jika Macet, Tol Bisa Digunakan

691
CEK JALAN TOL : Menhub Budi Karya Sumadi saat mengecek Pos Natal Tahun Baru 2018 di Pos THR Kota Pekalongan dengan didampingi pejabat setempat dan Dir Lantas Polda Jateng, Minggu (31/12) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CEK JALAN TOL : Menhub Budi Karya Sumadi saat mengecek Pos Natal Tahun Baru 2018 di Pos THR Kota Pekalongan dengan didampingi pejabat setempat dan Dir Lantas Polda Jateng, Minggu (31/12) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memastikan arus balik Natal 2017 ini lancar. Namun, jika arus lalu lintas sangat padat dan bisa menimbulkan kemacetan, maka dibuka jalur tol fungsional sementara.

“Kunjungan saya ke Batang dan Pekalongan ini untuk memastikan arus balik lancar. Kami identifikasikan bahwa Pekalongan ada sedikit komplikasi sehingga kami berikan kewenangan kepada Dishub dan Dir Lantas Polda Jateng untuk mengaturnya, bisa memakai jalan tol dan jalan pantura,” ucapnya saat pantauan arus mudik di Kota Pekalongan, Minggu (31/12) kemarin.

Melihat kalkulasi mobil arus balik yang masih 20 persen, menurut Menhub, belum perlu adanya rekayasa lalulintas. Cukup menggunakan jalan pantura seperti biasa. Dengan masih sedikitnya kendaraan yang melintas, diharapkan tidak menimbulkan kemacetan di jalan Pantura khusunya Pekalongan, sehingga masyarakat tidak terganggu aktivitasnya.

Menurut dia, puncak arus balik Natal 2017 sendiri diperkiraan 1 Januari 2018. Sementara itu, untuk menghindari penumpukan kendaraan pada saat liburan tahun baru dan arus balik, skenarionya bisa kontraflow dan jalan utamanya bisa satu arah dan lancar.

Disamping itu, Menhub tetap mengimbau kepada kendaraan alat berat untuk tidak melintas di Jalan Pantura Pekalongan mulai 1 Januari 2018 pukul 06.00 sampai 2 Januari 2018 pukul 06.00. Juga mengimbau kepada para pengguna jalan untuk selalu memastikan kendaraan dalam kondisi prima dan kelengkapannya serta menaati peraturan lalu lintas, mengutamakan keselamatan diri dan pemakai jalan lain.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekalongan, Sri Ruminingsih yang turut menghadiri kunjungan Menhub sangat mengapresiasi kedatangan Budi Karya Sumadi yang turun langsung melihat situasi arus balik di jalan pantura Pekalongan.

“Pemkot Pekalongan berharap setelah pantauan tersebut, pengaturan lalu lintas bisa berjalan dengan baik sesuai skenario sehingga Kota Pekalongan tidak mengalami kemacetan parah,” tungkasnya.

Sementara itu, menindaklanjuti kunjungan Menhub di exit tol Kandeman Batang, Polres Batang, Jawa Tengah, sudah menyiapkan jalur alternatif sebagai upaya mengantisipasi kemacetan atau kepadatan arus balik Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 di jalur pantura.

Kasatlantas Polres Batang, AKP Adiel Aristo di Batang mengatakan bahwa pihaknya sudah menyiapkan rambu-rambu penunjuk arah dan pemberian tanda jalan berlobang dengan menggunakan cat warna putih di sepanjang jalur alternatif Semarang – Jakarta.

“Jalur alternatif yang kami siapkan hanya bersifat situasional maupun kondisional. Apabila arus balik di jalur pantura padat, maka kami alihkan ke jalur alternatif,” katanya, Minggu (31/12).

Ditambahkan Kepala Urusan Pembinaan Operasi (Kaur Bin Ops) Satlantas Polres Batang Iptu Sukamto bahwa pihaknya juga sudah menyiagakan personel di setiap persimpangan jalan alternatif untuk mengatur arus lalu lintas dan pencegahan kriminalitas.

Bagi pemudik dari arah timur (Semarang) yang menuju ke barat (Jakarta), bisa melintas ke jalur alternatif dari Jalan Basuki Rahmat (Nganjir) menuju Warungasem-Gapuro, dan selanjutnya keluar ke wilayah Kabupaten Pekalongan.

Terkait dengan angkutan berat yang masih melintas di jalur pantura selama arus balik berlangsung, Satlantas bekerjasama dengan instansi lain akan mengandangkan atau memarkir secara paksa truk bermuatan berat ke sejumlah kantong parkir, seperti Banyuputih, Penundan, dan jalur lingkar Alas Roban Kecamatan Gringsing.

“Untuk mengandangkan angkutan berat ke kantong parkir itu, kami juga akan mempertimbangkan situasi dan kondisi di jalur pantura apakah terjadi antrean atau tidak. Adapun bagi truk pengangkut sembako dan elpiji masih tetap diperbolehkan beroperasi,” tandasnya. (han/ida)