PUPUK BOKASHI : kelompok tani bersama karang taruna sedang memproses kotoran sapi untuk diolah menjadi pupuk bokashi. (ISTIMEWA)
PUPUK BOKASHI : kelompok tani bersama karang taruna sedang memproses kotoran sapi untuk diolah menjadi pupuk bokashi. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, GETASAN – Desa Manggihan Kecamatan Getasan memiliki produk hasil olahan kelompok tani Manggih Makmur dan Karang Taruna berupa pupuk. Terdapat sejumlah pupuk yang dihasilkan, di antaranya ada pupuk bokashi atau pupuk kompos serba guna yang dibuat dari kotoran sapi. Ada juga pupuk cair yang diolah dari air kencing kelinci serta pestisida cair.

Antun Sari (ISTIMEWA)
Antun Sari (ISTIMEWA)

Oleh pemerintah desa (Pemdes), hasil ini akan terus didorong sehingga dapat berproduksi lebih maksimal. Pupuk ini nantinya bisa menjadi ikon Desa Manggihan. Seperti dikutip dari Web Desa Manggihan, Kepala Desa Supriyadi mengatakan bahwa pembuatan pupuk ini merupakan bagian dari rencana program pemberdayaan untuk mendorong kreativitas remaja. “Saya menginginkan agar para remaja mengetahui dan memahami secara langsung pembuatan pupuk bokashi dan pestisida organik cair,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Manggihan, Antun Sari mengatakan bahwa pupuk ini biasanya selain dipakai sendiri dan dititipkan ke penjual bunga. Ke depan, pembuatan pupuk akan dimasukkan ke BUMDes sehingga bisa menambah penghasilan desa. “BUMDesnya 2018 baru dibentuk. Rencana kami untuk membuka lapangan pekerjaan bagi warga desa sini,” kata dia.

Desa Manggihan memang sedang berupaya memberdayakan masyarakat. Selain melalui pembuatan pupuk yang pelaksanaannya dilakukan oleh Karang Taruna Desa Manggihan ini, pemdes juga akan mengembangkan sejumlah potensi wisata yang ada di Desa Manggihan. Beberapa di antaranya ada Air Terjun Wonogati yang nantinya akan dibuka untuk umum.

“Saat ini sedang dalam proses pembukaan akses menuju air terjun. Selain itu, kami juga akan mengembangkan titik Gardu Pandang Rawa Pening. Untuk yang ini, masih planning,” ujar Antun kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Potensi wisata ini nantinya akan diintegrasikan dengan sejumlah produk UMKM yang dihasilkan oleh warga. Di desa ini, memang terdapat olahan makanan seperti gula kacang marem mantep, brondong dan gelek (kue ketawa) Barokah. Makanan ini nantinya dapat turut dijual ke objek wisata, jika memang sudah bisa dijalankan. “Di sini ada penyulingan minyak daun cengkeh. Terdapat 4 tempat penyulingan. Mungkin nanti bisa dijadikan paket wisata,” jelasnya.

Semua potensi yang ada ini, pemdes akan sungguh-sungguh mengembangkannya. Sehingga, ke depan potensi ini dapat lebih berdampak dan mengantarkan Desa Manggihan menuju desa yang mandiri dan sejahtera. (sga/ida)