ANTIPOLITIK UANG : Ketua Panwaskab Magelang, M Habib Shaleh beserta jajaran dan Kades Sawangan, Johan Wahyudi berfoto bersama grup kesenian jathilan Sawangan Minggu (31/12). (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)
ANTIPOLITIK UANG : Ketua Panwaskab Magelang, M Habib Shaleh beserta jajaran dan Kades Sawangan, Johan Wahyudi berfoto bersama grup kesenian jathilan Sawangan Minggu (31/12). (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Warga di Dusun Sawangan, Desa Sawangan Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang sepakat mendeklarasikan kampungnya sebagai kampung Antimoney Politics. Hal ini sebagi wujud membentengi kampungnya dari politik uang menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kabupaten Magelang.

“Warga di sini sepakat untuk menolak praktik money politic. Sebab money politic akan merugikan warga itu sendiri selama beberapa tahun. Mental warga di sini tidak seratus ribuan, dua ratus ribuan, atau berapapun. Itu komitmen kami,” tegas Kepala Desa Sawangan, Johan Wahyudi, Minggu (31/12) kemarin di sela-sela deklarasi.

Johan menegaskan pemilu merupakan instrumen demokratik yang harus mampu mewakili warga negara sebagai individu maupun harapan dan aspirasi. Untuk itu, Johan berharap agar pesta demokrasi tidak tercoreng dengan aksi tidak terpuji, antara lain prakik politik uang.

Pencanangan kampung Antimoney Politics yang baru pertama kali ini, diapresiasi oleh Panwaskab Magelang. Pencanangan tersebut langsung dilakukan oleh Ketua Panwaskab Magelang, M Habib Shaleh, ditandai dengan pemukulan gong. M Habib mengaku kagum dengan kesiapan Dusun Sawangan yang mampu secara cepat menjawab tantangan pencanangan Kampung Antimoney Politic. (cr3/lis)