BARANG BUKTI : Kapolres Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Darmawan didampingi Wakapolres Kompol Prayudha W menunjukkan sejumlah barang bukti kasus kejahatan sepanjang 2017, Sabtu (30/12) lalu. (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)
BARANG BUKTI : Kapolres Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Darmawan didampingi Wakapolres Kompol Prayudha W menunjukkan sejumlah barang bukti kasus kejahatan sepanjang 2017, Sabtu (30/12) lalu. (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Dua kasus dugaan korupsi akan menjadi pekerjaan rumah bagi jajaran Polres Magelang Kota pada tahun 2018 ini. Saat ini, polisi masih terus melakukan penyelidikan.

Hal ini diungkapkan Kapolres Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Darmawan didampingi Wakapolres Kompol Prayudha Widiatmoko, dan Kasatreskrim AKP Rinto Sutopo saat press release kasus akhir tahun 2017, Sabtu (30/12) lalu di Mako Polres Magelang Kota.

“Iya ada dua kasus korupsi yang masih kita lakukan penyelidikan. Tahun 2018 mendatang akan kita naikkan statusnya menjadi penyidikan,” tegas Kristanto.

Kasus dugaan korupsi tersebut adalah mengenai dana desa dan satu kasus lainnya melibatkan salah satu BUMN. Kapolres menyebutkan, untuk kasus dugaan korupsi pengelolaan dana desa merupakan amanat dari Presiden Jokowi tentang pengawasan penggunaan dana desa.

Saat disinggung mengenai proses penyelidikan, tempat dan penetapan calon tersangka, Kristanto enggan membeberkan lebih lanjut. Pasalnya menurut AKBP Kristanto masih mengumpulkan alat bukti dan pemeriksaan. “Nanti lah, tunggu saja tanggal mainnya di tahun 2018 besok ya. Yang jelas, tahun 2018 akan kita naikkan statusnya menjadi penyidikan,” ungkapnya.

Terkait dengan kasus kriminalitas sepanjang tahun 2017, didominasi kasus narkoba dan pencurian. Pencurian biasa 28 kasus dan narkotika 30 kasus. (cr3/lis)