RADARSEMARANG.COM, KENDAL — Diduga akan mencuri motor, seorang pemuda digebuki warga Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu hingga babak belur. Beruntung petugas Polsek Kaliwungu segera datang dan mengamankan pelaku dari amukan massa.

Kejadian bermula ketika Asmawi, warga Dukuh Padolengan, RT 02 RW 06 Desa Mororejo didatangi pelaku Ahmad Bahrudin, 22,  warga Desa Magelung, Kecamatan Kaliwungu Selatan.  “Awalnya pelaku datang dan minta diantarkan ke Bakso Siroj ke Kaliwungu,” ujar Asnawi, Minggu (31/12).

Namun permintaan tersebut ditolak oleh Asnawi, lantaran merasa tidak mengenal pelaku. Karena permintaan ditolak, pelaku meminta paksa sepeda motor korban yang kebetulan kunci motor masih menempel.

Melihat pelaku hendak menambil motor, Asnawi menghampiri pelaku dan meminta pelaku untuk turun. “Pelaku tidak mau turun, malah memukul saya, kemudian lari,” tandasnya.

Lantaran itu, korban kemudian meneriakinya maling. Warga yang mendengar teriakan tersebut lantas mengejar pelaku hingga tertangkap di kawasan Pondok Pesanteren Manbaul Hikmah. “Oleh warga ditanya baik-baik, tapi pelaku malah nantang berkelahi,” tandasnya.

Massa yang tersulut emosinya kemudian memukuli pelaku hingga tak berdaya. Pelaku kemudian diikat di sebuah pagar rumah. Polisi yang datang ke lokasi segera menyelamatkan pelaku dari amukan massa.

Oleh petugas kepolisian, pelaku kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat. Polisi memanggil keluarga pelaku. Dari keterangan Muhammad Hidayatullah, kakak pelaku, adiknya diduga mengalami depresi berat lantaran gagal menikah.

“Empat januari 2017 lalu mau nikah, tapi tidak punya biaya. Kini pacarnya itu malah menikah dengan orang lain. Semenjak itu Bahurdin, adik saya, sering bertingkah aneh. Sering marah-marah dan teriak-teriak serta tidak pernah tidur,” tandasnya.

Diakuinya saat keluar rumah, Bahrudin sebenarnya sudah mengendarai sepeda motor Vario dengan Nopol H 5309 CU milik sendiri. Tapi kemudian motor ditinggal di Objek Wisata Pantai Ngebum, Desa Mororejo, tak jauh dari lokasi pencurian motor. “Motornya malah dibuang ke laut dan ditemukan warga di tepi pantai,” tambahnya.

Kapolsek Kaliwungu, AKP Nanung Nugroho mengatakan atas laporan tersebut ada dugaan pelaku memang tengah mengalami gangguan kejiwaan. Pihaknya kemudian membawa pelaku ke Rumah Sakit Jiwa Semarang. Hal ini untuk memastikan apakah pelaku memang gila atau hanya berpura-pura.

“Jika dari hasil pemeriksaan RSJ pelaku memang gila, maka kasus kami hentikan atau SP3. Jika hasilnya sebaliknya maka kasus ini kami naikkan ke tingkat penyidikan dengan jeratan pasal percobaan pencurian,” tambahnya. (bud/ton)