Benahi Transportasi Umum Membangun Peradaban

420

RADARSEMARANG.COM – DATA Korlantas Polri 2016, angka kecelakaan lalu lintas sebesar 71,3 persen melibatkan sepeda motor. Terbesar korbannya usia produktif (16-50 tahun) 78,3 persen. Kemudian profesi publik sebagai pelajar/mahasiswa 19,1 persen, ibu rumah tangga 16,9 persen dan wirausaha/pedagang 14,9 persen. Cukup memprihatinkan, tingginya persentase warga bermobilitas dengan motor, dikarenakan minimnya layanan transportasi umum. Data 2015, di Jakarta, populasi motor lebih banyak dari penduduk. Penduduk Jakarta 10.075.300 jiwa, sedangkan jumlah mobil 4.399.595 unit dan sepeda motor 13.084.372 unit.

Angkutan umum yang masih operasi, kurang ramah terhadap disabilitas, perempuan, dan anak-anak. Tidak heran, sering menemukan angkutan pedesaan diisi perempuan berdiri di bak terbuka. Sejumlah perempuan menggunakan mobil bak terbuka untuk menuju pasar. Pelajar berada di atap angkutan umum. Di Jateng, populasi angkutan pedesaan kurang 10 persen, kendaraan angkut hewan juga untuk angkut orang.

Oleh: Djoko Setijowarno
Oleh: Djoko Setijowarno

Lain halnya untuk kawasan kepulauan, seperti Kepulauan Anambas, Kepulauan Natuna, sejumlah pelajar setiap hari menggunakan perahu sebagai alat transportasi ke sekolah.

Ikatan Ahli Perencana menetapkan 29 kriteria kota nyaman untuk ditinggali. Enam berkaitan dengan transportasi, yakni tingkat pencemaran lingkungan, ketersediaan angkutan umum, kualitas angkutan umum, kondisi jalan, kualitas fasilitas pejalan kaki dan tingkat kelancaran lalu lintas.

Strategi pengembangan infrastruktur 2015-2019 (RPJMN), penyediaan layanan dasar berupa infrastruktur perkotaan dengan membangun angkutan masal berbasis jalan, rel dan intermoda. Salah satu sasarannya, pangsa pasar angkutan umum 32 persen. Isu strategis Renstra Perhubungan (2015-2019) adalah konektivitas nasional dan transportasi umum perkotaan. Sudah menetapkan terselenggaranya BRT di 34 kota. Sekarang baru sekitar 20 kota yang memiliki BRT.

Masalah Umum

Infrastruktur transportasi dibangun dengan orientasi pergerakan kendaraan bermotor, bukan pergerakan manusia dan barang. Berpikir membawa orang secepatnya ke tempat tujuan. Sebaiknya, prioritaskan jalur sepeda, jalur pejalan kaki, jalur angkutan umum, dan terakhir untuk kendaraan bermotor.

Insentif untuk public transport kurang, disinsentif untuk Private Transport kurang. Kebanyakan kebijakan memudahkan investasi industi otomotif tanpa melihat dampak kelaknya. Termasuk tanpa dikenakan pajak untuk kebijakan mobil murah ramah lingkungan atau low cost green car (LCGC). Di sisi lain, kebijakan transportasi umum dan barang dikenakan beragam aturan, pajak dan retribusi yang memberatkan.