Simpel dan Nyaman jadi Pilihan

Tren Busana Muslim 2018

494
KIBLAT : Tren 2018 akan sangat mendukung terlaksananya program Indonesia yang akan menjadi kiblat busana muslim dunia di tahun 2020. (Foto-foto : Ina Priyono for Jawa Pos Radar Semarang)
KIBLAT : Tren 2018 akan sangat mendukung terlaksananya program Indonesia yang akan menjadi kiblat busana muslim dunia di tahun 2020. (Foto-foto : Ina Priyono for Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM – Tahun baru 2018 sudah di depan mata. Para fashionista pun sibuk mencari referensi busana yang diprediksi akan menjadi tren di tahun depan. Termasuk tren busana muslim yang terus mengalami perkembangan.

Desainer busana muslim Ina Priyono mengatakan tren 2018 nantinya akan sangat mendukung terlaksananya program Indonesia yang akan menjadi kiblat busana muslim dunia di tahun 2020 mendatang. “Kalau dari fashion saya rasa tidak banyak perubahan. Yang pasti, temanya tetap Greyzone. Itu masih dibagi 4 sub tema lagi,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang di butiknya Jalan Sriwijaya No 7-8, Kota Semarang.

Empat sub tema yang diperkenalkan Ina adalah Archean, Vigilant, Ditarian dan Cryptic. Pada tahun 2017, sub tema Archean dan Cryptic cukup banyak digunakan dalam tren busana. Archean merupakan bentukan dari bumi, dalam fashion biasanya pakaian cenderung berbentuk bulky atau menggembung

“Jadi untuk pria juga tidak terlalu maskulin, untuk wanita juga tidak terlalu feminin. Tapi untuk Archean ini kurang peminatnya, karena tidak semua senang model gembung,” jelasnya.

Ina mengatakan, sub tema dari Greyzone yang akan banyak digunakan oleh orang-orang di tahun 2018 adalah sub tema Vigilant dan Digitarian. Vigilant memiliki nuansa estetika yang terhitung. Masyarakat saat ini justru lebih memilih pakaian yang simpel dan nyaman, daripada yang mewah. “Vigilant itu menampilkan kesan rapi, misalkan bajunya punya corak itu dibuat bagus, rapi, nyambung,” terangnya.

Sedangkan, Digitarian diyakini akan menjadi pilihan untuk busana muslim. Sub tema yang satu ini lebih pas karakternya dengan generasi internet. Motifnya yang bertabrakan namun tetap enak untuk dilihat, membuat orang yang gemar bereksperimen akan memilih sub tema ini.

“Tapi semua orang kan bisa mencipta tren, sebenarnya itu. Jadi ketika nantinya ada yang ingin menggabungkan antara Vigilant dan Digitarian itu juga tidak masalah, seperti busana yang saya buat baru-baru ini juga gabungan keduanya,” tuturnya.

Pemilihan fashion yang simpel dan nyaman ini juga berlaku untuk tren hijab. Jika dulu banyak model hijab seperti pashmina, khimar, bahan satin dan lainnya. Namun ia meyakini bahwa di tahun 2018, muslimah akan lebih memilih hijab segi empat yang simpel dan nyaman.

“Motif juga saya rasa sekarang ini nggak pada suka yang terlalu ramai, kalau ada corak bunga paling di pinggiran. Malah kadang seperti itu yang elegan,” katanya. (tsa/ric)

Silakan beri komentar.