BIBIT MUDA : Penyelenggara Djarum Foundation-Kejurkab PBSI Klaten menyerahkan hadiah kepada salah satu pemenang. (Radar solo)
BIBIT MUDA : Penyelenggara Djarum Foundation-Kejurkab PBSI Klaten menyerahkan hadiah kepada salah satu pemenang. (Radar solo)

RADARSEMARANG.COM, KLATEN – Djarum Foundation-Kejurkab PBSI Klaten semakin kompetitif. Di kejuaraan yang digelar untuk kali kedua di tahun 2017 ini, ternyata di semester kedua persaingan para peserta melebihi di semester pertama.

Selama ini, Perkumpulan Bulutangkis (PB) Inti Badminton Club (IBC) sukses mendominasi. Dalam beberapa kesempatan PB ini juga sukses mengukuhkan diri menjadi juara umum. Seperti halnya di Djarum Foundation-Kejurkab PBSI Klaten semester pertama Juli lalu. Di semeter kedua di penghujung tahun 2017 ini, ternyata tahta IBC tersaingi.

Sepanjang kejuaraan yang digelar sejak Kamis lalu dan berakhir kemarin (30/12), PB Champion sukses memberi perlawanan sengit kepada para peserta, khususnya atlet andalan IBC. Di klasemen akhir Kejurkab, PB Champion malah sukses mengumpulkan medali terbanyak, yakni dengan catatan akhir empat emas, dan satu perunggu. Emas tersebut disumbangkan oleh Bijak dari kategori  kelas tunggal usia dini dasar putra. Tiga emas lainnya diraih oleh Fafa (tunggal usia dini madya putri), Auzelmus (tunggal usia anak putra), dan Bernadine (tunggal anak putri). Sedangkan satu perunggu PB Champion disumbangkan oleh Cheta (anak putri).

Sementara itu peringkat kedua diraih oleh PB IBC dengan dua emas, tiga perak, dan sembilan perunggu. Sedangkan peringkat ketiga diraih PB Santosa Jaya dengan satu emas emas, tiga perak, dan dua perunggu. PB Kusumaharus yang memperoleh satu emas, dua perak, dan tiga perunggu, ada di tempat keempat. Di lain sisi Kejurkab kali ini diikuti oleh sembilan PB yang ikut serta. Yakni PB IBC, Kusuma, Champion, Santosa Jaya, Bintang Jaya, Aquarius, Wijaya, Cahaya, dan PB Harry Badminton Club (HBC).

Kelas yang dipertandingkan juga berjumlah sembilan, yakni dari kelas tunggal usia dini dasar putra, usia dini dasar putri, usia dini madya putra, usia dini madya putri. Lalu ada juga kelas tunggal usia dini utama putra, anak putra, anak putri, pemula putra, dan pemula putri yang juga ikut dipertandingkan.

”Persaingan berjalan ketat di kejurkab kali ini. Unggulan memang mendominasi, tapi peserta lain tetap memberi perlawanan. Di Kejurkab kali ini kita melahirkan juara umum baru PB Champion yang menghentikan dominasi PB IBC,” jelas Ketua PBSI Klaten, Harjanto. (adi/nik/ric)