Menjadi Guru Sembari Berbisnis

400
Oleh: Ragil Santoso SHI
Oleh: Ragil Santoso SHI

RADARSEMARANG.COM – SEORANG guru tetap berusaha mengajar anak didiknya dengan sebaik-baiknya, baik guru PNS maupun swasta. Namun terkadang, imbalan yang diterima oleh guru swasta dirasa belum mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Hal ini dikarenakan guru tersebut bernaung di bawah yayasan yang secara finansial lemah ditambah belum lulus program sertifikasi guru.

Masalah ini bisa berdampak negatif, karena selain kewajiban mengajar, guru juga dituntut mencari nafkah demi keluarga tercinta di rumah. Oleh sebab itu, perlu dicari solusi agar dapat mengajar dengan fokus dan kebutuhan hidup dapat terurus. Salah satunya dengan mencari bisnis sampingan bagi guru.

Guru swasta tentu memiliki banyak waktu luang dibanding guru PNS. Tentunya waktu luang tersebut bisa dimanfaatkan untuk hal-hal positif dan diharapkan dapat menambah income bulanan. Seorang guru dituntut untuk lebih  berani mengambil langkah yang sedikit out of the box (keluar dari kotak) yaitu menjadi pengusaha atau wiraswasta. Banyak peluang bisnis yang layak dicoba oleh seorang guru. Sebagai pengajar, tentunya akan memilih ide usaha yang dapat dilakukan tanpa mengganggu kegiatan belajar mengajar, di antaranya:

Pertama, jasa les dan les privat. Penulis dan banyak guru yang lain juga telah memulai langkah pertama ini. Memulai usaha sampingan les atau les privat merupakan hal yang tidak sulit, karena seorang guru sudah terbiasa melakukan kegiatan belajar mengajar dan tentunya memiliki best experience dalam bidang mengajar. Kegiatan ini dapat dimulai sehabis pulang dari sekolah. Adapun lokasinya, bisa di rumah kita sendiri, sedangkan untuk les privat bisa mendatangi rumah murid.

Kedua, membuka tempat penyewaan buku. Seringkali, harga buku yang tinggi menjadi halangan membaca bagi kutu buku. Hal ini bisa menjadi ladang amal dan bisnis bagi seorang guru. Dapat membantu mencerdaskan anak bangsa dengan menyewakan buku. Guru bisa menyewakan koleksi buku pelajaran, buku cerita, buku keluarga, buku agama, majalah, novel dan lainnya. Maka, agar tidak mengeluarkan dana yang besar, gunakanlah rumah sendiri sebagai tempat penyewaan buku dan bisa membeli buku-buku di pasar loak yang harganya tentu berbeda dengan di toko buku resmi.

Ketiga, membuka les komputer. Tentu saja dengan seabreg tugas-tugas sekolah, seorang guru harus komputer atau laptop. Dengan demikian terbuka peluang untuk memberikan les komputer bagi siswa sekolah dasar yang bertempat tinggal di sekitar rumah. Materi yang diajarkanpun cukup materi dasar dulu, seperti mengetik. Jika sudah mahir maka bisa ditambahkan materi lainnya. Biaya les dapat diatur sendiri dan tentunya akan menambah pemasukan bulanan guru.