33 C
Semarang
Jumat, 5 Juni 2020

Stok Obat Difteri ADS di Jateng Tinggal 58 Ribu

Another

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Stok Antitoksin Difteri (ADS) untuk penderia difteri di Jateng tinggal 58 vial (tabung) atau 58 ribu. ADS adalah serum untuk menangkal penyebaran virus difteri di dalam tubuh.

“Jumlah itu sudah sangat cukup, jadi nggak perlu khawatir,” ungkap Kasi Surveiland dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Subur Hadi Marhaento kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Subur mengatakan, pada 2017 ini, kasus difteri di Jateng tercatat 10 orang positif, tersebar di beberapa kota dan kabupaten, seperti Kendal, Kota Semarang, Karanganyar, Banyumas, dan Batang. “Jadi, Jateng itu Outbreak Response Immunization (ORI), belum sampai Kejadian Luar Biasa (KLB),” katanya.

Dijelaskan, yang menyebabkan Jateng tidak KLB, karena cakupan imunisasi itu cukup, dan difteri bisa dicegah melalui imunisasi. Indikator cakupan imunisasi adalah Universal Child Immunization (UCI), di mana satu tahun bayi sudah mendapatkan imunisasi dasar lengkap termasuk DPT dan difteri. Di Jateng mencapai 99,67 persen.

“Hanya tinggal 4 desa yang belum mencapai UCI, yakni desa di Kabupaten Wonosobo, Karanganyar, Temanggung, dan Sukoharjo,”ujarnya.

Sedangkan untuk kendala, diakui, masih ada warga yang menolak dilakukan imunisasi. Alasannya, karena takut, khawatir malah sakit, dan juga lantaran kurang penyuluhan.  “Tetapi secara bertahap, akhirnya bersedia diimunisasi,” katanya.

Subur menambahkan, kasus difteri terakhir menimpa Adzkiya Raisya Putri Setya, 4, warga Griya Satria Indah, Purwokerto, Banyumas. Keluarga Raizya sempat mengambil ADS ke kantor Dinkes Jateng kemarin. “Kami akan memberikan ADS setelah mendapatkan rekomendasi dari dr Hapsari,”jelasnya.

Karena keterbatasan ADS dari pusat, Jateng mempunyai kebijakan distribusi ke kabupaten/kota dan ke penderita setelah mendapat rekomendasi dari tim ahli difteri. Untuk pasien anak-anak dr Hapsari SpA, sedangkan pasien dewasa kepada dr Mukhlis Spd.  “Tanpa rekomendasi kedua dokter ahli itu, kami tidak berani memberikan ADS,” katanya.

Untuk prosedurnya, jelas dia, misalnya dari RS rujukan, seperti RS Muwardi Solo, RS Margono Purwokerto, dan RSUP dr Kariadi. Kalau tidak sampai ke rumah sakit rujukan itu bukan difteri. “Sehingga untuk pemberian ADS, dokter spesialis anak yang merawat harus konsultasi dengan dokter ahli. Setelah konsultasi itu, lalu diberi ADS berarti Dinas Kesehatan kabupaten/kota harus membuat permintaan dengan rekom tim ahli,” imbuhnya.(hid/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen sampai presiden. T.M. BAYUAJI-K. ULUM, BAYU...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat dirilis. Menurut para sahabat, yang...

Luka Lama

Semua bisa merasakan: betapa irinya Trump. Iri kepada Putin. Iri kepada Xi Jinping. Iri pada kekuasaan mereka berdua. Yang tidak dimiliki oleh seorang Presiden Amerika. Betapa gemes tangan...

More Articles Like This

Must Read

Pakta Integritas Hanya Seremoni, Korupsi Merajalela

SEMARANG-Masitha Soeparno atau lebih dikenal dengan panggilan Bunda Sitha, Wali Kota Tegal yang ditertangkap Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Koruspi (KPK), merupakan pejabat...

Slup-slupan, Material Batu Asli Tiongkok

Bangunan baru Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Klenteng Liong Hok Bio Kota Magelang kembali dibuka untuk umum, setelah bertahun-tahun lamanya direnovasi. AGUS HADIANTO, BONITA IKA UNTUK...

Tambah Jadwal KA Tujuan Semarang-Tegal

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Tingginya okupansi pengguna kereta api (KA) Kaligung relasi Semarang-Brebes dan Tegal membuat PT KAI Daop 4 Semarang, melakukan penambahan perjalanan KA...

PPK Kota Salatiga Dilantik

SALATIGA - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Salatiga Putnawati secara resmi melantik 20 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Pelantikan yang dihadiri Wakil Wali Kota Muh...

Sharp Tomodachi Store Hadir Di Global Elektronik

SEMARANG - Sharp Tomodachi kini hadir di Global Elektronik dengan produk lebih lengkap. Desain yang lebih  fashionable membuat konsumen lebih nyaman untuk memilih produk...

Pesonna Luncurkan Aplikasi Booking Online

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kemudahan untuk mendapatkan penginapan atau hotel melalui kemajuan teknologi coba dimanfaatkan oleh Pesonna Hotels Coporate Company. Anak perusahaan dari Pegadaian ini...