DORONGAN WARGA : Mantan Wakil Gubernur Jateng Rustriningsih saat menerima audiensi perwakilan petani dan nelayan pantura di rumahnya kemarin. Mereka mendorong Rustri maju dalam Pilgub Jateng 2018. (Istimewa)
DORONGAN WARGA : Mantan Wakil Gubernur Jateng Rustriningsih saat menerima audiensi perwakilan petani dan nelayan pantura di rumahnya kemarin. Mereka mendorong Rustri maju dalam Pilgub Jateng 2018. (Istimewa)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Rumah mantan Wakil Gubernur Jateng Rustriningsih di daerah Gajahmungkur, Semarang digeruduk perwakilan petani dan nelayan dari sepanjang pantai utara Jateng, Jumat (29/12). Mereka datang dengan menumpang 6 bus. Warga meminta agar Rustri terjun ke dunia politik lagi, yaitu maju dalam Pilgub Jateng 2018.

“Kami ingin dipimpin orang yang bebas dari jeratan hukum,” ucap seorang petani jambu dari Kabupaten Kendal, Ulin Nuha mewakili teman-temannya. Ulin bercerita ia mengajak rombongan dari Kabupaten Brebes, Tegal, Pekalongan, Kendal dan Demak. Menurut para petani itu, dorongan agar Rustriningsih maju dalam Pilgub karena Jateng butuh sosok berpengalaman. “Kami melihat Ibu Rustri memenuhi syarat karena telah menjadi Bupati Kebumen dan terlihat perubahan disana. Juga pernah menjabat Wakil Gubernur Jateng. Yang utama, bersih dari kasus hukum,” jelasnya.

Mendengar permintaan itu, Rustri tidak langsung menjawab. Sebelumnya, dia memang tidak punya ambisi untuk menjadi gubernur atau wakil gubernur. “Saya tidak ingin mendahului apapun dalam Pilgub. Dimanapun, menurut saya bisa berbuat bagi masyarakat. Yang penting komunikasi dan peran saya di masyarakat tidak berhenti,” jawabnya.

Atas jawaban diplomatis ini, warga mencoba mendesaknya. Mereka siap menjadi relawan dan mengumpulkan KTP jika Rustriningsih tidak dilirik partai politik. Rustri kemudian menjelaskan bahwa pencalonan melalui jalur independen sudah ditutup. Dia sendiri tak mendaftar sebagai calon independen maupun mendaftar ke partai politik.

“Saya tak mendaftar independen. Semua mari kita berdoa saja, semoga Pilgub Jateng 2018 bisa lancar dan menghasilkan pemimpin yang amanah, jauh dari pencitraan, dan kerja pengabdian. Saya sangat berterimakasih dengan kunjungan ini. Ternyata masyarakat masih mengingat saya. Semoga tidak mengingat karena buruk,” paparnya. (amh/ric)