33 C
Semarang
Rabu, 3 Juni 2020

Pemda Banyak Dilaporkan ke Ombudsman

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sepanjang 2017, masyarakat secara perorangan maupun organisasi mulai banyak mengadukan permasalahannya ke Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Jawa Tengah terkait pelayanan publik. Adapun tingkatan yang paling banyak diadukan adalah pemerintah daerah (pemda) mulai tingkat desa/kelurahan, kecamatan maupun kabupaten dan kota mencapai 40 persen. Di urutan kedua, instansi penegak hukum, baik kepolisian maupun kejaksaan mencapai 11 persen. Berikutnya, instansi pemerintah/kementerian di wilayah Provinsi Jateng mencaapi 10 persen.

“Sebanyak 64 persen laporan yang masuk kepada kami telah diselesaikan, sisanya 36 persen masih dalam proses pemeriksaan. Laporan yang masih berjalan, karena sebagian besar merupakan laporan yang masuk pada kurun waktu tiga bulan terakhir, yakni sebanyak 69 laporan,” beber Plt Kepala ORI Jateng, Sabarudin Hulu kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (29/12).

Diakuinya, terkait dugaan maladministrasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik mengalami peningkatan cukup signifikan dalam tiga tahun terakhir. Ia menyebutkan, selama  2017, pihaknya menerima dan menindaklanjuti 248 pengaduan masyarakat. Jumlah tersebut meningkat 29 persen dari laporan yang diterima pada 2016 lalu. Bahkan, mencapai dua kali lipat dibandingkan dengan laporan yang diterima pada 2015.

“Peningkatan jumlah laporan kepada Ombudsman seiring dengan upaya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat maupun Konco Ombudsman terkait pengawasan pelayanan publik untuk mencegah terjadinya maladministrasi,”ujarnya.

Pihaknya mengajak masyarakat dengan berbagai komunitasnya untuk berpartisipasi aktif dalam melakukan pengawasan. Ia juga meminta masyarakat tidak ragu menyampaikan pengaduan demi mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik. Menurutnya, dalam kurun waktu 2017, lebih dari 1.000 orang mengakses pelayanan ORI Jateng.

Sabarudin menyebutkan, jumlah itu meliputi akses penyampaian laporan terbanyak melalui surat dengan persentase 38 persen. Kemudian 36 persen, masyarakat memilih datang langsung menyampaikan pengaduan, sementara sisanya mengakses layanan melalui telepon, email, media sosial dan website.

Ia mengatakan, masyarakat yang melapor kebanyakan didominasi perorangan maupun korban maladministrasi. Selain itu, akses pengaduan sebagian kecil juga dilakukan melalui kuasa hukum, keluarga korban, organisasi masyarakat, kelompok masyarakat, media, lembaga hukum dan lainnya.

“Kami mendorong masyarakat yang menjadi korban maladministrasi untuk dapat menyampaikan laporan secara langsung kepada kami tanpa melalui kuasa. Tidak perlu khawatir karena pengaduan tidak dipungut biaya,” tandasnya.  (jks/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Wali Kota Lantik Pengurus OSIS SMP Al Azhar

SEMARANG - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi melantik 25 pengurus OSIS SMP Al-Azhar 14 masa bakti 2017-2018. Pengukuhan dilakukan langsung oleh orang nomor satu...

Dilengkapi Sensor, Pantau Sawah Cukup dari Rumah

RADARSEMARANG.COM - Prihatin dengan kegagalan panen para petani, tiga siswa SMK Negeri 7 Semarang menciptakan alat untuk memantau pertumbuhan tanaman di sawah lewat smartphone....

Relawan Kampung Siaga Bencana Dikukuhkan

WONOSOBO – Desa Serang, Kecamatan Kejajar, ditetapkan sebagai kampung siaga bencana. Desa di kawasan Lereng Dieng ini ditetapkan karena masyarakat memiliki kesadaran dalam melakukan...

UTC Hadirkan Waroeng Kongkow untuk Berbuka

SEMARANG - Lokasi di sekitaran kampus, dimanfaatkan oleh UTC hotel dengan menawarkan promo buka puasa murah dan terjangkau bagi kalangan mahasiswa. Dengan konsep ‘Waroeng...

286 PPD Jalani Tes Psikologi dan Narkoba

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Sebanyak 286 anggota Panitia Pengawas Desa (PPD) di 286 Desa/Kelurahan untuk Pemilihan Gubernur Jateng 2018  dilakukan pemeriksaan tes narkoba dan psikotes....

Spoorlaan di Kemijen, Jejak Stasiun Tertua di Indonesia

Jejak stasiun kereta api pertama di Indonesia diduga ada di Kelurahan Kemijen, Semarang Timur. Tempat itu disebut Spoorland (Spoorlaan) atau Stasiun Semarang NIS (Nederlandsch...