PB BST Kuasai Final Tunggal Dini Putra

Djarum Foundation Kejurkab Pbsi Cup Xvi Wonosobo

139
UNGGULAN MAJU FINAL: Pemain unggulan satu tunggal anak putra, Zaki dari PB BST, memastikan tampil final setelah semi inal mengalahkan Handika dari PB Baker. (IST)
UNGGULAN MAJU FINAL: Pemain unggulan satu tunggal anak putra, Zaki dari PB BST, memastikan tampil final setelah semi inal mengalahkan Handika dari PB Baker. (IST)

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Klub Perkumpulan Bulu tangkis (PB) BST menguasai babak final kelompok usia tunggal dini dan anak putra Djarum Foundation Kejurkab PBSI Cup XVI Wonosobo. Posisi ini diraih oleh unggulan satu Cahya dan nonunggulan Danish.

Hasil pertandingan semifinal yang digelar Jumat (29/12) sore di Gedung Serba Guna (GSG) Tobong, Kertek, Jalan Parakan Km 01 Wonosobo, kedua pemain tersebut mendapat kemenangan dengan dua set langsung. Cahya bertemu dengan Samuel, juga pemain PB BST, sedangkan Danish melawan Abi dari PB Baker.

Pada laga empat besar, Cahya tidak kesulitan untuk mengatasi permainan Samuel. Sebagai unggulan satu Cahya mampu unggul jauh, dengan mengakhiri laga 21-6, 21-12. Adapun Danish mencatat kemenangan dengan angka ketat, 21-17, 21-17. Menilik pencapaian Danish hingga mampu ke final, hal ini menjadi prestasi yang mengejutkan.

Sebab, Danish mampu menyingkirkan Abi dari PB baker, yang notabene merupakan pemain unggulan dua. Padahal sebelumnya, Abi maju ke semifinal dengan kemenangan jauh 21-9, 21-10 dari Revino (Adizero).

Di bagian putri, final diduduki oleh Renata (PB ABS) dan Filia (PB Baker). Renata sebagai unggulan satu dan Filia unggulan dua, masih terlalu tangguh untuk ditaklukkan. Pada partai empat besar, Renata menghentikan langkah Nisma (PB Baker) dengan angka 21-14, 21-18. Sedangkan Filia, mengalahkan Rinjani (PB BST) melalui pertandingan dua set 21-16, 21-12.

Referee Pertandingan Agus Setiyono memaparkan, pada kejurkab kali ini, ada beberapa hasil kejutan yang dicapai oleh pemain kelompok usia. Antara lain yang dicatatkan oleh Danish tersebut. “Pemain yang baru naik kelas ke usia yang lebih tinggi tidak ditempatkan sebagai unggulan. Tapi sebenarnya secara kualitas mereka sudah mampu untuk bersaing dengan para pemain unggulan di kelompok tersebut. Harapannya, kalau sudah mampu berprestasi, ya harus dipertahankan atau ditingkatkan. Jangan sampai justru menurun pada kejuaraan berikutnya,” paparnya. (fiq/adv/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here