ASAL-ASALAN: Sejumlah pekerja sedang melakukan pemasangan kursi di tribun barat Stadion Citarum, kemarin. (kanan) Penonton laga ujicoba PSIS Semarang melawan PPLM Jakarta terpaksa duduk di sandaran kursi, dan meletakkan kaki di atas kursi karena jaraknya terlalu sempit. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ASAL-ASALAN: Sejumlah pekerja sedang melakukan pemasangan kursi di tribun barat Stadion Citarum, kemarin. (kanan) Penonton laga ujicoba PSIS Semarang melawan PPLM Jakarta terpaksa duduk di sandaran kursi, dan meletakkan kaki di atas kursi karena jaraknya terlalu sempit. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG  Kontraktor proyek pemasangan tempat duduk di tribun timur Stadion Citarum Semarang dinilai asal-asalan. Sebab, pemasangan kursi penonton itu diduga tidak sesuai spesifikasi, yakni jarak yang terlalu sempit antara kursi di depan dan di belakangnya. Bahkan saking sempitnya, jarak antara kursi tersebut tidak bisa dilewati penonton. Tak hanya itu, penonton yang duduk kesulitan meletakkan kaki.

Hal itu tampak saat laga uji coba PSIS Semarang melawan PPLM Jakarta, Kamis (28/12) sore. Ratusan pendukung tim berjuluk Mahesa Jenar itu mengeluhkan sempitnya tempat duduk di tribun timur. Mereka pun memilih duduk di atas sandaran kursi, yang membuat beberapa kursi warna kuning dan biru itu mengalami kerusakan. Tak hanya itu, penonton juga terpaksa menginjak-injak kursi, lantaran tidak ada celah di antara kursi depan dan belakang untuk berjalan.

Media Official Panser Biru, Abid Gibson Radityo, mengaku tidak nyaman dengan penataan kursi di tribun timur Stadion Citarum yang dinilai sangat sempit dan membuat penonton tidak nyaman.

“Sangat tidak bagus penataan kursinya. Untuk meletakkan kaki di depan kursi aja susahnya minta ampun. Jadi, ya sebaiknya ditata ulang. Biar kalau nonton sepak bola lebih nyaman, tidak seperti kondisi sekarang,” keluhnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang kemarin, belasan pekerja proyek tampak masih melakukan pemasangan kursi di tribun timur stadion milik Pemerintah Kota Semarang tersebut.

Radiyanto Firmansyah, pengawas proyek pembangunan Stadion Citarum, mengaku, spesifikasi kursi yang dipasang memang tidak sesuai. Akibatnya, jarak antar kursi terlalu sempit.

“Memang spesifikasinya tidak sesuai karena terlalu sempit. Pada uji coba PSIS kemarin, penonton lebih memilih duduk di sandaran kursi,” kata Radiyanto Firmansyah.

Dia menerangkan, sebetulnya pihak kontraktor  PT  Idola Aerindo Jaya sudah memiliki spesifikasi sendiri. Yakni, minimal jarak antara lapis tempat duduk di depannya sekitar 60 sentimeter. Panjang tempat duduk sendiri 40 sentimeter, sehingga masih ada jarak sekitar 20 sentimeter sebagai ruang penonton lewat atau meletakkan kaki saat duduk.

“Untuk tribun barat tidak ada masalah, karena memang panjang trap atau tribunnya sendiri 60 sentimeter. Yang kesulitan adalah pemasangan pada tribun timur yang sangat sempit. Trapnya hanya memiliki panjang sekitar 45 sentimeter,” jelasnya.

Proyek pemasangan kursi di Stadion Citarum total 3.920 kursi. Rinciannya, 1.774 kursi untuk tribun barat, dan 2.146 kursi untuk tribun timur. Kemarin belasan pekerja masih tampak sibuk memasang sisa kursi  yang belum terpasang. Padahal targetnya proyek tersebut selesai pada Jumat (29/12) kemarin.

“Kami harus melakukan planning lain, rencananya akan dibongkar lagi dan diberi jeda satu trap, sehingga ada ruang untuk penonton. Rencananya, akan kami lembur agar hari ini (kemarin, Red) bisa selesai,” katanya.