33 C
Semarang
Sabtu, 4 Juli 2020

Kades Kecewa Nilai DD Turun

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Semarang menyayangkan adanya pengurangan besaran Dana Desa (DD) yang dikucurkan dari pemerintah pusat pada 2018 mendatang.

Menurut Kades Sraten, Kecamatan Tuntang, Rohmad, keberadaan APBDes, jika tidak didukung dengan DD yang sesuai akan dapat menghambat pembangunan desa “Kita sebagai kepala desa jelas menyayangkan adanya pengurangan tersebut. Karena di desa masih banyak membutuhkan anggaran untuk pembangunan,” ujarnya, Jumat (29/12).

Penurunan mencapai Rp 7 miliar. Selain itu, mulai 2018 akan ada perubahan distribusi DD. Dimana DD 2017, 90 persen dibagi rata kemudian menjadi indek dasar. Selanjutnya yang 10 persen itu untuk proposional. 2018 mendatang pembagiannya dari 90 persen menjadi 77 persen. 20 persennya perimbangan, selanjutnya 3 persen afirmasi.

Rohmad berharap pengurangan DD terkait tidak terkait dengan kepentingan politik. Mengingat tahun 2018-2019 merupakan tahun politik. Diantaranya Pemilu Legislatif (Pileg), Pemilihan Gubernur (Pilgub), dan Pemilihan Presiden (Pilpres).

“Selaku kades pasti harapannya itu, tidak ada campur tangan politik dalam pengurangan DD nanti di 2018,” ujarnya.

Rohmad menambahkan, selama ini penganggaran dan penggunaan DD sudah transparan. Sehingga masyarakat bisa memantau langsung jalannya penggunaan DD. Menurutnya, hal itu tidak lepas dari peran berbagai pihak. Diantaranya pengawasan yang dilakukan oleh kejaksaan dan kepolisian. Sehingga penggunaan DD dapat tepat sasaran.

Terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Semarang Raharjo Budi Kisnanto mengatakan pendampingan penggunaan DD akan dilakukan pihaknya apabila diminta. “Sesuai permintaan, kalau memang ada permintaan ya kita dampingi,” ujarnya.

Dijelaskannya, dalam hal ini kewenangan kejaksaan selaku Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) prinsipnya lebih kepada pencegahan sesuai Undang-undang Nomor 16 Tahun 2004.

“Dari pengamatan dan hasil monitoring evaluasi tim kejaksaan, sejauh ini tidak ada temuan penyimpangan DD yang dilakukan kades dan perangkat desa di Kabupaten Semarang,” katanya.

Karena ia menilai, DD sudah digunakan sesuai ketentuan. “Saya sendiri sempat turun ke beberapa desa, misalnya ada pengecoran jalan dan pembangunan talud semuanya sudah sesuai spesifikasi yang tertuang di RAB,” tuturnya.

“Sampai hari ini belum ada temuan penyimpangan, meski begitu kita akan turun lagi setelah semuanya selesai. Mulai perencanaan, saat pelaksanaan, dan turun untuk melihat hasil akhir,” ujarnya. (ewb/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Diperketat, Pengecekan BRT Tak Laik Jalan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Masih banyaknya keluhan masyarakat mengenai pelayanan Bus Rapid Transit (BRT), membuat Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang terus berbenah untuk meningkatkan...

Perda Perdes dan Kades Akan Direvisi

DEMAK-Badan Legislasi (Baleg) DPRD Demak bersama pemkab sepakat merevisi Perda Nomor 6 dan Perda Nomor 7 tentang perangkat desa (perdes) dan kepala desa (kades). Ketua...

Hidupkan Kembali Desa Wisata

BANDUNGAN - Desa Sidomukti kecamatan Bandungan akan menghidupkan kembali Desa wisata yang sempat vakum. Selain memberdayakan masyarakat sekitar, adanya Desa wisata dinilai mampu meningkatkan...

Berangkatkan Ribuan Kader ke Solo

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan (PDIP) Kabupaten Semarang mengirimkan 2.000 orang untuk mengikuti apel siaga PDI Perjuangan ke Stadion Manahan...

UNW Kirim Relawan ke Bali

UNGARAN – Beberapa bencana yang terjadi di tanah air seperti meletuasnya Gunung Agung di Bali dan banjir di Kabupaten Klaten mengundang keprihatinan berbagai pihak...

Target 7.200 Terjual per Bulan

SEMARANG – Astra Motor selaku main dealer sepeda motor Honda untuk wilayah Jawa Tengah, memperkenalkan All New Scoopy. Motor skutik berkonsep retro ini tampil...