33 C
Semarang
Sabtu, 6 Juni 2020

Jari Putus Disabet Celurit Ketua Geng

Another

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG  Dulu ada Geng Cokor. Kini, ada Geng Camp TT 136. Camp merupakan sebutan untuk kelompok remaja berandal di Kota Semarang. Sedangkan TT singkatan dari Tanda Tanya (?). Ini sesuai dengan bentuk senjata tajam yang selalu mereka gunakan, yakni celurit.

Geng Camp TT 136 beranggotakan belasan remaja yang cukup meresahkan warga. Mereka dikenal sadis, bahkan tak segan  melukai korbannya. Kejadian terakhir, dua korbannya menderita luka di dada, dan jari tangan putus akibat sabetan sajam ketua geng ini.

Namun kini sepak terjang Geng Camp TT 136 berakhir. Ini setelah aparat Polrestabes Semarang berhasil membekuk ketua geng sadis ini, yakni DJN alias Johan Ardian, 17, warga Banowati Selatan, Semarang Utara bersama teman-temannya.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji menjelaskan, penangkapan Johan Cs dilakukan pasca terjadi aksi pengeroyokan yang dilakukan Geng Camp TT 136 pada Sabtu (22/12) sekitar pukul 22.00 lalu di sekitar jembatan tol Manyaran, Semarang Barat. Saat itu, Johan dan teman-temannya mengeroyok korban Ananda Fajar Pratama, 17, yang melintas di jalan tersebut. Bahkan, Johan sempat melayangkan celuritnya ke arah korban. Akibatnya, dada kanan korban terluka sepanjang 15 sentimeter dan jari telunjuk kanannya putus.

Kejadian itu langsung dilaporkan keluarga korban ke Polrestabes Semarang. Begitu mendapat laporan, Tim Resmob Satuan Reskrim Polrestabes Semarang yang dipimpin Kasubnit I Aiptu Janadi memburu para pelaku. Berdasarkan ciri-ciri pelaku yang disebutkan korban, pada Rabu (27/12) sekitar pukul 21.00, Johan dan teman-temannya berhasil dibekuk.

“Dari hasil perburuan, kami amankan 13 orang. Semuanya laki-laki dengan peran masing-masing. Mereka sudah sangat meresahkan warga. Saat ini, korban geng ini masih dalam perawatan di rumah sakit,” jelas Abi saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Jumat (29/12).

Ke-13 pelaku pengeroyokan itu rata-rata berusia 16 -17 tahun. Bahkan, ada yang masih duduk di bangku SMP.  Ada juga yang sudah putus sekolah. Sedangkan yang berusia paling tua, berperan sebagai penyimpan senjata tajam. “Saat ini, para pelaku dititipkan di Polsek Semarang Barat. Saat diperiksa, mereka mengaku sudah punya rencana mau bikin rusuh saat tahun baru nanti,” ujarnya.

Tersangka Johan mengaku, tidak punya dendam ataupun masalah dengan korban yang dilukainya. Ia dan anggota gengnya memang hanya ingin mencari keributan agar ditakuti oleh camp lainnya.

“Ribut aja, nggak tahu apa yang diributkan. Pamer kekuatan. Waktu itu habis minum congyang,” katanya sambil tertunduk.

Sebelum memimpin geng, Johan seharusnya masih duduk di bangku SMP kelas VIII. Namun ia memilih drop out akibat kenakalannya. Sedangkan untuk membeli senjata tajam, Johan mengaku patungan (iuran) bersama teman-temannya. Ia membeli secara online.

“Belinya patungan, celurit yang besar itu dibeli Rp 500 ribu, saya lihat di Instagram,” ucapnya.

Johan mengatakan, dirinya telah menjalankan geng tersebut hampir satu tahun. Sebelum melakukan tawuran, lanjut dia, geng yang diketuainya bisa berkomunikasi dengan geng lain lewat pesan singkat SMS/WA dan media sosial (medsos). Beberapa aksinya pun sempat direkam dan di-upload di akun Instagram, @camp_tandatanya136.

Menurut Johan, anggota gengnya mencapai 30 orang, dan hampir semuanya usia remaja. Untuk bergabung, tidak ada persyaratan khusus. Namun ia dengan tegas mengatakan bahwa anggota Camp TT 136 tidak boleh berkhianat. Atas penangkapan ini, Johan mengaku menyesali perbuatannya, dan berjanji di hadapan kapolresatbes untuk membubarkan geng tersebut. “Saya kapok Pak. Camp TT 136 bubar Pak,” katanya menyesal.

Salah satu orangtua anggota geng, Rumanto, mengaku tidak menyangka anaknya terlibat dalam tindak kekerasan yang meresahkan warga. Menurutnya, selama ini anaknya berperilaku baik ketika di rumah. “Ya pasti marah, kecewa, biar dibina sama polisi. Setelah ini, tidak akan saya fasilitasi motor dan handphone lagi. Biar jera dia,” ujarnya.

Selain menangkap anggota geng Camp TT 136, petugas juga menyita tiga sajam celurit, sejumlah besi pagar, beberapa telepon selular, dan kendaraan pelaku. Saat ini, kelompok geng ini masih dilakukan pemeriksaan. Mereka akan dijerat pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman penjara selama 7 tahun. (tsa/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga terus ingat satu nasihat dari...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen sampai presiden. T.M. BAYUAJI-K. ULUM, BAYU...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat dirilis. Menurut para sahabat, yang...

More Articles Like This

Must Read

Wujudkan Smart City, Pemkab Kerjasama dengan Telkom

BATANG–Pemkab Batang mengandeng PT Telkom dalam mewujudkan program Smart City dan Smart Village. Penandatanganan kerjasama tersebut diwujudkan dalam Forum Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan...

Pekan Depan, Logistik Pilgub Didistribusikan

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - KPU Kabupaten Wonosobo dalam pekan depan akan mulai mendistribusikan logistik sampai tingkat desa. Proses persiapan tengah dilakukan dengan pengepakan di Gedung...

Layani Masyarakat yang Kurang Paham Hukum

RADARSEMARANG.COM - Dio Hermansyah Bakri. Pria kalem yang pernah mengelola sebuah harian di bawah bendera Jawa Pos Group di Kota Semarang ini, sekarang menekuni...

Minim Anggaran, Stadion Hoegeng Memprihatinkan

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN - Pagar tribun Stadion Hoegeng sisi timur bagian utara, roboh sepanjang kurang lebih 50 meter, Kamis (1/3) dini hari. Menurut informasi, peristiwa...

Pasar Rakyat Grebeg Besar Ajang Promosi Potensi Lokal

DEMAK-Pasar Rakyat Grebeg Besar di Lapangan Tembiring resmi dibuka Wakil Bupati (Wabup) Joko Sutanto, Sabtu malam (19/8) kemarin. Event tahunan pasar rakyat yang dikelola...

Yunus dan Erik Terancam Absen

BATANG - Raihan satu poin PSIS atas Persibat di Stadion Moh Sarengat Batang kemarin harus dibayar mahal. Dua pilar mereka yaitu gelandnag M Yunus...