KREATIF : Salah satu pengunjung festival dana desa mencoba menggunakan kostum tangan robot yang dibuat menggunakan busa hati oleh warga Desa Bener.
KREATIF : Salah satu pengunjung festival dana desa mencoba menggunakan kostum tangan robot yang dibuat menggunakan busa hati oleh warga Desa Bener.

RADARSEMARANG.COM, TENGARAN – Pemerintah Desa (Pemdes) Bener berkomitmen mendorong usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan kesenian di wilayahnya. Pemdes berharap kedua potensi ini dapat memberikan dampak positif kepada perekonomian warga.

Kepala Desa Bener, Saefudin menyebutkan beberapa produk UMKM yang ada di desa ini diantaranya ada telur asin, jamu sere, sirup sere, keripik pisang, marning dan olahan tahu yang dibuat menjadi brownis.

Saefudin (Sigit Andrianto/ Jawa Pos Radar Semarang)
Saefudin (Sigit Andrianto/ Jawa Pos Radar Semarang)

Upaya mengembangkan UMKM di daerahnya diantaranya melalui pelatihan dan pembinaan kepada pelaku UMKM, mulai dari pengemasan, pemberian label hingga membantu pemasaran.

”Selama ini, UMKM yang ada di sini itu kami jual ke luar daerah dalam jumlah besar. Kemudian dari sana menjual kembali dalam ukuran kecil-kecil dengan memberikan label sendiri,” sesalnya.

Selain UMKM, pemdes juga akan mendorong kesenian lokal. Seperti kesenian drumblek. Sedikitnya ada 7 kelompok drumblek yang sering pentas dalam acara acara desa. Selain itu, juga terdapat kesenian yang ia sebut dengan kesenian robot. Berupa kostum robot dari sejumlah action figure yang dibuat oleh warga Desa Bener dengan menggunakan busa hati.

Menurutnya, kesenian robot ini menjadi salah satu kesenian yang membuat Desa Bener dikenal oleh daerah lain. Dirinya juga akan mendorong kesenian ini agar ke depan dapat semakin berkembang ”Tentu akan kami dorong kreativitas warga kami ini, kami sangat mengapresiasinya,” ujarnya.

Beberapa action figure buatan warga Desa bener tersebut belum lama ini turut memeriahkan acara festival dana desa yang digelar di Alun-alun Kalirejo Kecamatan Ungaran Timur. (sga/zal)