33 C
Semarang
Senin, 1 Juni 2020

3 Parpol Rapatkan Barisan

Siap Munculkan Poros Tengah

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sejumlah parpol di Jateng makin serius memunculkan poros tengah dalam Pilgub Jateng 2018 nanti. Mereka mencoba memunculkan sejumlah tokoh nasional yang elektabilitasnya dirasa mampu menandingi petahana Ganjar Pranowo maupun mantan Menteri ESDM Sudirman Said.

Keseriusan tersebut muncul dari digelarnya Focus Group Discussion (FGD) Poros Tengah Pilgub Jateng yang digelar di Hotel Patra Jasa Semarang, Jumat (29/12). Diskusi tersebut digelar PPP, Partai Golkar, dan Partai Demokrat.

Wakil Ketua DPD Partai Demokorat Jateng, Tety Indarti menilai, dunia politik selalu dinamis. Masih ada peluang kemungkinan yang bisa terjadi. Terlebih, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah nama yang digadang-gadang mampu menyedot perhatian warga Jateng. Seperti mantan Sekda Jateng Hadi Prabowo, mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Ketua DPP Golkar Nusron Wahid, dan Sekda Jateng Sri Puryono. “Pak Gatot ini punya peluang bagus. Apalagi sepertinya Jateng rindu dipimpin gubernur dari kalangan militer,” katanya.

Diakui, saat ini memang masih belum ada kejelasan soal calon yang bakal diusung. Tapi nantinya di tingkat provinsi akan diseleksi hingga mengerucut beberapa nama. Nama-nama itulah yang kemudian dikonsultasikan ke tingkat DPP.

“Kebetulan, Demokrat, PPP dan Golkar sama-sama harus mendapat persetujuan dari tingkat DPP. Tidak bisa menentukan sikap langsung dari tingkat provinsi. Nanti kami akan terus berkomunikasi. Dalam waktu dekat ini, Ketua DPD ketiga partai ini akan bertemu lagi untuk membahas strategi,” bebernya.

Sekretaris DPD I Partai Golkar Jateng, Ferry Wawan Cahyono berpendapat menyuguhkan tiga paslon pada Pilgub mendatang bukan soal kalah atau menang. Tapi lebih kepada memberikan pendidikan politik kepada warga Jateng. “Ini juga tanggung jawab moral untuk membangun komunikasi politik dan persiapan kader. Kami akan mencermati peluang yang ada untuk mendapatkan kesempatan di Pilgub Jateng mendatang,” tandasnya.

Sekretaris DPW PPP Jateng, Abdul Syukur menambahkan, pihaknya tetap optimistis koalisi poros tengah bisa berhasil di Pilgub mendatang. Baginya, Pilgub adalah seni kemungkinan. “Banyak kemungkinan yang bisa terjadi. Seperti Pilgub DKI kemarin, orang menilai Ahok yang bakal menang, tapi kenyataan berkata lain,” tegasnya.

Namun Pengamat Politik dan Pemerintahan Undip, Teguh Yuwono menilai pembentukan poros tengah dan munculnya tiga pasangan calon (paslon) akan menguntungkan PDIP.  “Koalisi baru ini justru menguntungkan PDIP. Tidak mungkin akan memenangkan Pilgub,” terangnya. Terlebih hingga detik-detik terakhir menjelang pendaftaran ke KPU, belum ada nama yang pasti bakal diajukan. (amh/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Kampung Pelangi Tejosari Dibatalkan

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Rencana Pemerintah Kota Magelang membuat kampung pelangi di Kampung Tejosari, Magersari, Magelang Selatan gagal terwujud. Usulan Pemkot untuk menggunakan anggaran dana...

Kenangan Jagung Bakar dan Sepatu Bekas

RADARSEMARANG.COM - SAAT ini,  Oscar Darmawan bisa dikatakan sukses dalam bisnisnya. Meski demikian, Oscar tetap tampil sederhana. Ia yang low profile, tak suka mengenakan...

UPGRIS Jadi Tuan Rumah

SEMARANG - Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) pada Agustus mendatang akan menjadi tuan rumah Passage to ASEAN (P2A) Journey Program. Kepastian ini didapatkan pasca UPGRIS...

Pameran Kearsipan Dibanjiri Pengunjung

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Pameran Kearsipan kota Salatiga Tahun 2018 yang digelar dalam rangkaian kegiatan hari jadi Salatiga ke-1.268 tahun cukup meriah. Kegiatan yang digagas...

Tanggul Sungai Jebol, 600 Rumah Terendam

KAJEN-Tanggul Sungai Miduri yang melintas di Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, jebol. Karung plastik yang berisi tanah liat yang ditata rapi sepanjang 350 meter dengan...

Ibu-ibu Jadi Petugas Upacara

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Upacara peringatan Hari Bela Negara yang diperingati bersamaan dengan Hari Ibu ke-89 di halaman Pemkot Magelang terasa berbeda. Jumat (22/12) kemarin,...