RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sejumlah parpol di Jateng makin serius memunculkan poros tengah dalam Pilgub Jateng 2018 nanti. Mereka mencoba memunculkan sejumlah tokoh nasional yang elektabilitasnya dirasa mampu menandingi petahana Ganjar Pranowo maupun mantan Menteri ESDM Sudirman Said.

Keseriusan tersebut muncul dari digelarnya Focus Group Discussion (FGD) Poros Tengah Pilgub Jateng yang digelar di Hotel Patra Jasa Semarang, Jumat (29/12). Diskusi tersebut digelar PPP, Partai Golkar, dan Partai Demokrat.

Wakil Ketua DPD Partai Demokorat Jateng, Tety Indarti menilai, dunia politik selalu dinamis. Masih ada peluang kemungkinan yang bisa terjadi. Terlebih, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah nama yang digadang-gadang mampu menyedot perhatian warga Jateng. Seperti mantan Sekda Jateng Hadi Prabowo, mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Ketua DPP Golkar Nusron Wahid, dan Sekda Jateng Sri Puryono. “Pak Gatot ini punya peluang bagus. Apalagi sepertinya Jateng rindu dipimpin gubernur dari kalangan militer,” katanya.

Diakui, saat ini memang masih belum ada kejelasan soal calon yang bakal diusung. Tapi nantinya di tingkat provinsi akan diseleksi hingga mengerucut beberapa nama. Nama-nama itulah yang kemudian dikonsultasikan ke tingkat DPP.

“Kebetulan, Demokrat, PPP dan Golkar sama-sama harus mendapat persetujuan dari tingkat DPP. Tidak bisa menentukan sikap langsung dari tingkat provinsi. Nanti kami akan terus berkomunikasi. Dalam waktu dekat ini, Ketua DPD ketiga partai ini akan bertemu lagi untuk membahas strategi,” bebernya.

Sekretaris DPD I Partai Golkar Jateng, Ferry Wawan Cahyono berpendapat menyuguhkan tiga paslon pada Pilgub mendatang bukan soal kalah atau menang. Tapi lebih kepada memberikan pendidikan politik kepada warga Jateng. “Ini juga tanggung jawab moral untuk membangun komunikasi politik dan persiapan kader. Kami akan mencermati peluang yang ada untuk mendapatkan kesempatan di Pilgub Jateng mendatang,” tandasnya.

Sekretaris DPW PPP Jateng, Abdul Syukur menambahkan, pihaknya tetap optimistis koalisi poros tengah bisa berhasil di Pilgub mendatang. Baginya, Pilgub adalah seni kemungkinan. “Banyak kemungkinan yang bisa terjadi. Seperti Pilgub DKI kemarin, orang menilai Ahok yang bakal menang, tapi kenyataan berkata lain,” tegasnya.

Namun Pengamat Politik dan Pemerintahan Undip, Teguh Yuwono menilai pembentukan poros tengah dan munculnya tiga pasangan calon (paslon) akan menguntungkan PDIP.  “Koalisi baru ini justru menguntungkan PDIP. Tidak mungkin akan memenangkan Pilgub,” terangnya. Terlebih hingga detik-detik terakhir menjelang pendaftaran ke KPU, belum ada nama yang pasti bakal diajukan. (amh/ric)