Pemkab Gandeng Pelindo, Majukan Pelabuhan

Pelindo III Gelontorkan Rp 6 T

406
KESEPAKATAN BERSAMA : Bupati Kendal Mirna Annisa bersama Dirut PT Pelindo III, IGN Askhara Danaputranto saat menandatangani kesepakatan pengelolaan Pelabuhan Niaga, Kamis (28/12) kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KESEPAKATAN BERSAMA : Bupati Kendal Mirna Annisa bersama Dirut PT Pelindo III, IGN Askhara Danaputranto saat menandatangani kesepakatan pengelolaan Pelabuhan Niaga, Kamis (28/12) kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL — Pemkab Kendal akhirnya menyerahkan pembangunan dan pengelolaan Pelabuhan Niaga Kendal kepada PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III, Kamis (28/12) kemarin. Pengelolaan itu disepakati bersama antara Direktur Utama (dirut) PT Pelindo III, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra dengan Bupati Kendal, Mirna Annisa.

Bupati Mirna mengatakan bahwa kerjasama baru tersebut sebatas pembangunan dan pengelolaan Pelabuhan Niaga. Belum sampai tahap jangka waktu kerjasama maupun membagi keuntungan yang akan didapat Pemkab Kendal.

“Kalau bagi keuntungan masih dalam tahap negosiasi. Ini kami fokus pada pembangunan dan operasional pelabuhan. Intinya, bagaimana pelabuhan niaga yang sudah sekian tahun ini bisa segera beroperasi. Sehingga bisa memberikan multiplier effect ke masyarakat Kendal,” katanya.

PT Pelindo III sendiri telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 6 triliun untuk pembangunan Pelabuhan Niaga. Dimana dana tersebut akan dikucurkan selama dua tahun, yakni pada 2018 dan 2019 masing-masing sebesar Rp 3 triliun. “Harapan saya, Pelabuhan Kendal ini tidak hanya pelabuan nasional saja, tapi internasional,” jelasnya.

Dirut PT Pelindo III, IGN Askhara mengatakan investasi sebesar Rp 6 triliun tersebut, selain untuk pembangunan Pelabuhan Niaga yang saat ini sudah dibangun, juga untuk pengembangan pelabuhan berskala internasional. “Kami targetkan untuk pelabuhan niaga, pada 2019 sudah bisa beroperasi,” tuturnya.

IGN Askhara mengatakan bahwa tahapan untuk melakukan pembangunan sendiri, pihaknya akan melakukan kajian dan studi selama 6-9 bulan. Pembangunan meliputi struktur pelabuhan, infrastruktur, dermaga dan galian untuk jalan ataupun kolam.

“Hal utama yang akan dilakukan adalah pengerukan alur dermaga. Sebab, saat ini masih terlalu dangkal kedalamannya, hanya berkisar 4-5 meter. Rencananya untuk pelabuhan niaga akan kami keruk hingga kedalaman 10 meter,” tandasnya.

Terkait kendala pembangunan dan pengelolaan Pelabuhan Niaga Kendal, menurutnya sangat minim. Hal itu melihat letak Pelabuhan Kendal yang cukup stragetis berada di tepi jalur pantura dan berdekatan dengan Kawasan Industri Kendal. “Kami yakin, pelabuhan ini akan besar nantinya,” tandasnya.

Sekda Kendal Moh Toha menambahkan bahwa untuk sharing hasil kerja sama ini masih dirumuskan bersama. Dengan kerja sama ini, tidak ada pengalihan aset Pemkab Kendal kepada Pelindo III. “Kami masih melakukan negosiasi untuk MoU selanjutnya yang lebih terperinci,” terangnya. (bud/ida)