Pasar Legi Parakan Dikonsep Tradisional Semimodern

1376
RAMAI : Drum band dari Banser Ranting Tuksari Kledung menyemarakkan pawai peresmian Pasar Legi Parakan, kemarin. (Ahsan fauzi/radar kedu)
RAMAI : Drum band dari Banser Ranting Tuksari Kledung menyemarakkan pawai peresmian Pasar Legi Parakan, kemarin. (Ahsan fauzi/radar kedu)

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG – Arak-arakan puluhan andong yang dinaiki Bupati Bambang Sukarno bersama pejabat forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompimda) Temanggung mewarnai peresmian Pasar Legi Parakan, Kamis (28/12).

Mereka diarak dari RSK Ngesti Waluyo Parakan menuju Pasar Legi Parakan. Sebelum memasuki pasar, terlebih dahulu mengelilingi pasar tersebut. Sepanjang perjalanan, rombongon bupati diiringi musik drum band dari Banser Ranting Tuksari Kledung dan puluhan rebana para santri, lalu diikuti ratusan klub motor dan pedagang pasar.

Kepala UPTD Pasar Legi Parakan Bambang Eko Laksono menuturkan, Pasar Legi berstandar nasional yang terkonsep tradisional semimodern. Menurutnya, pasar tersebut bisa dikatakan semimal, apa saja berbagai barang dan produk dijual di situ. “Saya berharap Pasar Legi Parakan ini, bisa menjadi pusat perekonomian di Temanggung dan sekitarnya,” harapnya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Temanggung Rony Nur Hastuti menerangkan, pasar ini pertama kali dibangun tahun 1925 lalu dan aktivitas operasionalnya dimulai pada hari Jumat Legi. “Untuk revitalisasi pembangunan pasar dengan gedung baru dilakukan oleh tiga periode Bupati Temanggung,” ucap Rony.

Rony merinci, di era Bupati M Irfan menyusun DED pembangunan pasar di atas tanah seluas 28.000 meter persegi. Di era Bupati Hasyim Affandi menyusun amdal mempersiapkan pembiayaan pendanaan sampai dengan penandatanganan MoU Pemkab Temanggung dengan PIP Kementerian Keuangan RI. Sedangkan di era Bupati Bambang Sukarno dilakukan pembangunan fisik, yang dimulai peletakan batu pertama pada 14 Februari 2014 selesai Desember 2017.

“Jumlah keseluruhan kios ada 555, jumlah los 2.459 dan jumlah pedagang hingga saat ini ada 3.200 orang,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Bambang Sukarno meminta kepada para pedagang untuk mengutamakan kebersihan pasar dan menciptakan kenyamanan bagi pengunjung. “Anggap ini rumah kita sendiri. Jika pasar bersih, ramai, banyak pengunjungnya, para pedaganglah yang mendapat keuntungan,” ungkap Bambang. (san/lis)