Mulai Retak, Ancam Permukiman

Tanggul Sungai Pemali Miring

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, BREBES – Tanggul Sungai Pemali di Desa Tengki, Kecamatan Brebes yang beberapa bulan ini diperbaiki, kondisinya mulai memprihatinkan. Tiang penahan arus sungai tersebut sudah mulai retak.

Dari pantauan koran ini di lapangan, tiang penahan arus Sungai Pemali yang panjangnya mencapai belasan meter tersebut sudah mulai retak. Bahkan, kondisinya yang saat itu berdiri tegak, saat ini sudah miring ke arah sungai (barat, red). Di pinggiran sungai, tanggul yang merupakan gundukan tanah juga sudah mulai mengalami keretakan. Akibatnya, keberadaan sungai di desa tersebut mengancam permukiman masyarakat setempat.

Bahkan, jika tanggul tersebut jebol, tidak hanya Desa Tengki yang terkena dampaknya. Melainkan, delapan desa lainnya akan terkena imbasnya. Yakni, Desa Pagejugan, Randusanga Wetan, Randusanga Kulon, Kelurahan Pasarbatang, Kedunguter, Kelurahan Limbangan Wetan, Limbangan Kulon dan Kaligangsa.

Salah seorang warga setempat, Amirudin, 24, mengatakan bahwa kondisi tanggul sangat memprihatinkan dan membuat masyarakat was-was, terlebih saat hujan deras turun. “Kalau hujan deras, masyarakat langsung memantau terus kondisi arus Sungai Pemali. Jika arusnya deras, khawatir tanggul akan jebol,” ungkapnya.

Karenanya, dia berharap kepada pemerintah untuk segera membuat tanggul permanen. Sehingga, masyarakat bisa lebih aman dan tenang. Terlebih, Januari nanti diprediksi merupakan puncak musim penghujan. Jika tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan jebol. “Ya harapannya pemerintah bisa membuatkan tanggul permanen lagi, sehingga masyarakat tidak was-was,” harapnya.

Senada dengan Amirudin, Supriyono, 39, warga RT 03 RW 02, Desa Tengki, Kecamatan Brebes berharap pemerintah bisa segera memperbaiki kondisi tanggul yang sudah mulai retak. Tidak hanya permukiman warga, melainkan puluhan hektare persawahan juga terancam banjir jika tanggul tersebut rusak. “Kami berharap bisa segera diperbaiki,” pungkasnya. (ded/ism/jpg/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -