Mulai Retak, Ancam Permukiman

Tanggul Sungai Pemali Miring

818

RADARSEMARANG.COM, BREBES – Tanggul Sungai Pemali di Desa Tengki, Kecamatan Brebes yang beberapa bulan ini diperbaiki, kondisinya mulai memprihatinkan. Tiang penahan arus sungai tersebut sudah mulai retak.

Dari pantauan koran ini di lapangan, tiang penahan arus Sungai Pemali yang panjangnya mencapai belasan meter tersebut sudah mulai retak. Bahkan, kondisinya yang saat itu berdiri tegak, saat ini sudah miring ke arah sungai (barat, red). Di pinggiran sungai, tanggul yang merupakan gundukan tanah juga sudah mulai mengalami keretakan. Akibatnya, keberadaan sungai di desa tersebut mengancam permukiman masyarakat setempat.

Bahkan, jika tanggul tersebut jebol, tidak hanya Desa Tengki yang terkena dampaknya. Melainkan, delapan desa lainnya akan terkena imbasnya. Yakni, Desa Pagejugan, Randusanga Wetan, Randusanga Kulon, Kelurahan Pasarbatang, Kedunguter, Kelurahan Limbangan Wetan, Limbangan Kulon dan Kaligangsa.

Salah seorang warga setempat, Amirudin, 24, mengatakan bahwa kondisi tanggul sangat memprihatinkan dan membuat masyarakat was-was, terlebih saat hujan deras turun. “Kalau hujan deras, masyarakat langsung memantau terus kondisi arus Sungai Pemali. Jika arusnya deras, khawatir tanggul akan jebol,” ungkapnya.

Karenanya, dia berharap kepada pemerintah untuk segera membuat tanggul permanen. Sehingga, masyarakat bisa lebih aman dan tenang. Terlebih, Januari nanti diprediksi merupakan puncak musim penghujan. Jika tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan jebol. “Ya harapannya pemerintah bisa membuatkan tanggul permanen lagi, sehingga masyarakat tidak was-was,” harapnya.

Senada dengan Amirudin, Supriyono, 39, warga RT 03 RW 02, Desa Tengki, Kecamatan Brebes berharap pemerintah bisa segera memperbaiki kondisi tanggul yang sudah mulai retak. Tidak hanya permukiman warga, melainkan puluhan hektare persawahan juga terancam banjir jika tanggul tersebut rusak. “Kami berharap bisa segera diperbaiki,” pungkasnya. (ded/ism/jpg/ida)