Pria kelahiran Padang, Sumatera Barat, 16 April 1946, ini yang merupakan ahli kesehatan atau dokter ahli bedah Indonesia bertekad mengabdikan seluruh jiwanya untuk memberikan pertolongan medis cuma-cuma kepada warga yang membutuhkan.

Tidak hanya pulau terpencil di wilayah pesisir, Lie juga kerap melayani kesehatan warga miskin yang tinggal di wilayah pegunungan. “Untuk daerah pegunungan, kami menggunakan pesawat perintis,” ujarnya.

Kapal yang dilengkapi fasilitas ruang bedah, ruang dokter, ruang perawatan, ultrasonography, electrocardiography, laboratorium dan lain-lain itu sempat mengalami kebocoran. “Panjang kapal 23 meter dan lebar 6,8 meter. Kami tetap mengutamakan kualitas pelayanan,” katanya.

Lie menjadi sosok yang menginspirasi generasi muda. Ia juga tercatat sebagai pendiri Mahasiswa Kedokteran Indonesia di Berlin Jerman. Selain itu, ia juga pernah menjadi pengurus Perhimpunan Dokter Indonesia di Jerman (1981-1984). Saat ini, ia juga menjadi Kepala Bedah RS Husada Jakarta dan Wakil Ketua Perhimpunan Indonesia Tionghoa. (*/aro)