Kini Gantian Bidik Noor Achmad Jadi Wakil

647

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Koalisi Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terus mencari sosok untuk menjadi wakil Sudirman Said dalam Pilgub Jateng 2018 mendatang. Hingga saat ini, sudah ada dua nama yang muncul. Mereka sama-sama dari kalangan Nahdliyin.

Setelah Partai Gerindra mendekati Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KH Yusuf Chudlori, kini giliran PKS ingin melamar anggota Komisi X DPR RI, Noor Achmad.

Ketua tim Advokasi Desk Pilkada DPW PKS Jateng, Amir Darmanto menjelaskan, sosok Noor Achmad mampu mewakili tokoh Nahdliyin di Jateng. Apalagi, pria yang masih aktif sebagai kader Partai Golkar itu nyaris tidak pernah tersandung kasus. “Kami akan menjalin komunikasi dengan Pak Noor Achmad. Termasuk dengan Partai Golkar,” tuturnya, Kamis (18/12).

Hingga saat ini, lanjutnya, belum ada jawaban dari Noor Achmad mengenai tawaran tersebut. Meski begitu, anggota Komisi A DPRD Jateng ini tetap menghargai Partai Golkar dan tidak ingin mengintervensi internal partai.

“Kami tetap berkomunikasi dengan Partai Golkar mengenai tawaran kepada Pak Noor Achmad. Yang jelas, kami juga tidak ingin mengintervensi internal partai. Apalagi, Partai Golkar berencana membuat koalisi poros baru,” tuturnya.

Ketua Pelaksana Harian (Plh) DPD Partai Golkar, Iqbal Wibisono tidak keberatan jika kadernya, Noor Achmad disunting untuk mendampingi Sudirman Said. Asal Noor Achmad setuju, itu tidak jadi soal. “Yang penting dia (Noor Achmad) mau. Tapi berbicara soal koalisi Golkar dengan Gerindra, masih menunggu petunjuk dari DPP. Semua masih ada kemungkinan. Termasuk merapat ke PDIP, atau membuat poros baru,” terangnya.

Sementara itu, Noor Ahmad mengaku belum pernah mendapatkan tawaran untuk menjadi wakil gubernur mendampingi Sudirman Said. Dia pun enggan memberi tanggapan sebelum memastikan berita kebenaran tawaran tersebut.

“Prinsipnya saya nunggu perintah Partai Golkar dan tentu saja adalah bagaimana kesepakatan dan perintah para ulama dan tokoh-tokoh NU. Dari dulu saya tidak pernah ambisi mengejar jabatan,” ungkapnya. (amh/ric)