Didiek Hardiana. (Ricky fitriyanto/jawa pos radar semarang)
Didiek Hardiana. (Ricky fitriyanto/jawa pos radar semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Proyek pembangunan Jateng Park di Wana Wisata Penggaron, Desa Susukan, Kecamatan Ungaran, Kabupaten Semarang sepertinya hanya sekadar wacana. Sebab, rencana pembangunan itu sudah muncul sejak 2014 silam. Artinya, sudah tiga tahun rencana itu belum direalisasi.

Anggota Komisi B DPRD Jateng, Didiek Hardiana memperkirakan, jika Pemprov Jateng ngotot membangun Jateng Park di Wana Wisata Penggaron, bisa jadi proyek pembangunan taman wisata ini tidak akan bisa terealisasi. Banyak faktor yang menghambat. Salah satunya mengenai status lahan.

“Itu kan lahan milik Perum Perhutani. Sementara Jateng Park akan dibangun oleh investor. Padahal Perum Perhutani minta saham 51 persen atas Jateng Park. Sisanya, dibagi antara investor dan Pemprov Jateng. Pertanyaannya, apa ada investor yang mau dengan pola seperti itu?” ucapnya, Kamis (28/12).

Jika pola pembagian saham itu memang harus dilakukan, lanjutnya, bagaimana dengan peran Pemprov Jateng. “Apakah pemprov hanya sebatas menjadi broker? Padahal semua yang mengurusi persiapan pembangunan ini adalah Pemprov Jateng,” imbuhnya.

Selain alasan itu, Didiek juga menanyakan keamanan lahan. Sebab, dia khawatir, jika lahan hijau itu disulap menjadi Jateng Park, fungsi lahan Perum Perhutani sebagai penahan air akan hilang. “Coba dikaji lagi dampaknya jika lahan itu dijadikan Jateng Park,” terangnya.

Politikus PDIP ini justru menyarankan Pemprov Jateng untuk membangun Jateng Park di Telaga Wening, Bawen. Sebab, disana pemprov punya lahan seluas 400 hektare. Jika digarap 10 persennya saja, sudah layak untuk dijadikan wahana wisata baru. Soal lokasi pun terbilang strategis. Dekat dengan jalan tol Trans Jawa. “Kalau disana (Telaga Wening), sudah jelas. Lagipula, kabarnya investor Jatim Park sudah kesana dan menyatakan ketertarikannya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Biro Infrastruktur dan Sumberdaya Alam Setda Pemprov Jateng, Peni Rahayu masih optimistis Jateng Park bakal dibangun di Desa Susukan. Dijelaskan, sudah ada enam investor yang berniat mendanai proyek pembangunan Jateng Park. Mereka sudah mengambil dokumen lelang  “Satu dari luar negeri. Sisanya lokalan saja. Ada yang dari Jatim juga,” tuturnya.

Rencananya, pihaknya akan melakukan beauty contest pada 7 Januari 2018 mendatang. Setelah presentasi dan paparan, diharapkan bisa langusng masuk proses lelang. “Kalau lancar, ground breaking bisa dilakukan akhir Januari 2018. Melesetnya mungkin ya Februari. Sementara ini masih on schedule, kok,” tegasnya. (amh/ric)