WAJAH TERBAKAR: Suhendri alias Bundo dirawat intensif di RSUP dr Kariadi Semarang. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
WAJAH TERBAKAR: Suhendri alias Bundo dirawat intensif di RSUP dr Kariadi Semarang. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG¬†–¬†Nasib tragis dialami Suhendri alias Bundo, 47, warga Perum Kepodang Asri, Kelurahan Bandarjo, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Pengusaha makanan ini harus dirawat intensif di RSUP dr Kariadi Semarang setelah disiram menggunakan air keras oleh pelaku tidak dikenal. Korban mengalami luka bakar serius di wajah bagian pipi sebelah kanan. Kejadian itu dialami korban dalam perjalanan ke tempat usahanya di Pudakpayung, Banyumanik.

Tak terima dengan kejadian itu, istri korban, Rivalinta, melaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jateng, Kamis (21/12) lalu. Laporan korban bernomor STTLP/166/XII/2017/SPKT.

Menurut keterangan korban, aksi penyiraman air keras itu bermula saat dirinya dalam perjalanan naik mobil dari tempat tinggalnya di Ungaran menuju Pudakpayung, Semarang, Kamis (21/12) sekitar pukul 04.30 lalu. Saat itu, ia mengemudikan mobil sendirian.

Sampai di depan PT Mas Ungaran, tiba-tiba ia disalip pengendara motor tak dikenal berboncengan. Begitu berada di sebelahnya, pembonceng motor itu langsung menyiramkan air keras ke wajahnya.

“Waktu nyetir mobil pelan-pelan, kaca saya buka setengah. Perasaan ada orang nyalip dari kanan. Saya nengok miring gitu, langsung disemprot air,” ungkapnya saat ditemui di ruang perawatan RSUP dr Kariadi Semarang, Kamis (28/12) kemarin.

Seketika, korban merasakan pedih dan panas di bagian wajahnya yang tersiram air tersebut. Korban langsung tancap gas menuju tempat usahanya yang berada di Pudakpayung.

“Saya jalan terus kurang lebih 700 meter, mata sudah agak gelap. Sampai warung makan, saya berhenti, wajah langsung saya siram pakai air, baju saya copot semua. Rasanya panas (wajah) tidak hilang-hilang,” katanya.

Merasa takut menjadi lebih parah, korban langsung diantar karyawannya ke RSUD Ungaran. Namun korban dirujuk ke RSI Sultan Agung Semarang. Setelah itu dipindah ke RSUP dr Kariadi Semarang.

Ditanya ciri-ciri pelaku, korban mengaku tidak melihat wajahnya karena mengenakan helm tertutup. Usai menyiram dirinya, pelaku langsung tancap gas ke arah Semarang.

“Yang nyemprot saya, orang yang membonceng di belakang. Dia pakai jaket dan helm tertutup. Sepeda motornya bebek. Kalau informasi dari teman saya, itu cairan HCL,” jelasnya.

Korban berharap, kejadian yang sudah dilaporkan ke kepolisian tersebut ditindaklanjuti. Sehingga tidak ada korban-korban lain seperti yang dialaminya.

Humas RSUP dr Kariadi Semarang, Parna, menerangkan, korban mengalami luka bakar di wajah bagian pipi. Saat ini masih dalam perawatan intensif dokter bedah plastik dan kondisinya semakin membaik. “Luka bakar 9 persen, grade dua (sedang). Masih ditangani oleh dokter spesialis bedah plastik,” katanya. (mha/aro)