33 C
Semarang
Jumat, 29 Mei 2020

Rudenim Overload, 51 Imigran Dipindah

Another

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sebanyak 51 imigran gelap yang menghuni Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Semarang segera dipindahkan ke Jakarta. Hal tersebut lantaran Rudenim sudah overload. Rata-rata imigran gelap tersebut telah menempati Rudenim lebih dari tiga tahun.

Kepala Divisi Keimigrasian Kemenkumham Jateng, Ramli HS membeberkan bahwa imigran gelap sebanyak itu, kebanyakan berasal dari Afganistan. Ia menuturkan, imigran gelap itu sebelumnya sempat tinggal di beberapa lokasi termasuk kawasan Puncak Bogor dan Serpong. Namun, oleh ulah orang tidak bertanggung jawab mereka di mobilisasi ke Semarang.

“Kami sudah meyurati Direktur Penindakan dan Pengawasan Kemenkumham untuk mengembalikan mereka ke Jakarta lagi,” ungkapnya usai acara refleksi akhir tahun 2017 di Kanwil Kemenkumham Jateng, Jalan Dr Cipto Semarang, Rabu (27/12).

Ramli menjelaskan, pemindahan imigran gelap itu sebagai upaya untuk mengurangi jumlah penghuni Rudenim yang kini telah melebihi kapasitas. Rudenim Semarang hanya memiliki kapasitas kamar 60 unit, namun saat ini dihuni 137 orang.

Pihaknya akan membuat pengaturan ulang terkait alur pengiriman imigran, untuk membatasi gerak mereka sehingga tidak seenaknya mencari daerah sendiri. Di sisi lain, penampungan imigran menurutnya harus dipusatkan pada satu tempat.

“Rudenim sendiri kan sebetulnya hanya digunakan untuk menampung WNA yang sedang menunggu proses pemulangan ke negara asal,” tuturnya.

Ramli mencontohnkan imigran yang dapat tinggal di Rudenim diantaranya adalah WNA yang sudah menjalani masa hukuman penjara. Akan tetapi dokumen-dokumennya belum lengkap sehingga harus menunggu.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kemenkumham Jateng, Djoni Priyatno mengatakan bahwa pihaknya tengah mengebut pembangunan lapas high risk di Lapas Kelas I B Batu dan Lapas Pasir Putih, Pulau Nusakambangan, Cilacap. Pembangunan dikerjakan pada kapasitas ruang tahanan yang diperkecil untuk menampung para narapidana gembong narkoba dan kasus terorisme.

“Kamarnya akan diperkecil. Di sana ditempatkan 120 orang napi narkoba dan ada lagi 85 kamar khusus teroris,” ungkap Djoni.

Sementara, terkait proses pemindahan para narapidana pihaknya masih menunggu aba-aba dari pemerintah pusat. Pasalnya untuk tahapan assessment tiap narapidana, jelas Djoni, nantinya terbagi dalam beberapa sesi. (tsa/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

More Articles Like This

Must Read

Pemeriksaan IVA Gratis, Minim Peserta

KAJEN – Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) gratis di Puskesmas Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jumat (15/12) kemarin, sepi peminat. Salah satu faktor, masih kurangnya...

Kemenangan SS Jadi Modal

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - DPD Gerindra Jateng siap mengusung Prabowo Subianto jadi Capres 2019. Komitmen itu sudah dideklarasikan dan siap untuk menenangkan Prabowo dalam Pilpres....

Hendi Kedepankan Partisipasi Dalam Relokasi

SEMARANG- Banyaknya prestasi yang diraih Pemerintah Kota Semarang terkait pengelolaan perumahan di Kota Semarang menarik Kementrian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat untuk membahas lebih dalam...

Lahan Belum Bisa untuk Bertani, Warga Protes

TUNTANG - Belasan warga Desa Watuagung, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang mendatangi kantor pelaksana proyek jalan tol Semarang-Solo, PT Pembangunan Perumahan (PP), Selasa (7/3). Mereka...

Nikmatnya Durian Ketan di Pinggir Jembatan Batu

Jembatan batu di sebelahku diam Pancuran bambu kecil memercikkan air Menghempas di atas batu hitam Merintih menikam sepi pagi RADARSEMARANG.COM - Potongan lirik lagu Ebiet G. Ade itu...

LRKI Akan Gugat Perda KTR

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pemberlakukan Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 3 Tahun 2013 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kota Semarang menjadi sorotan banyak pihak. Dalam...