TUNAI : Bupati Semarang Mundjirin saat memberikan bantuan kepada salah satu penyandang risiko sosial di Balai Desa Jetis Kecamatan Bandungan, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TUNAI : Bupati Semarang Mundjirin saat memberikan bantuan kepada salah satu penyandang risiko sosial di Balai Desa Jetis Kecamatan Bandungan, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Sebanyak 86 penyandang risiko sosial memperoleh bantuan dari Pemkab Semarang. Kepala Dinas Sosial, Gunadi menjelaskan semua penerima bantuan tersebut termasuk kategori warga miskin nyaris absolut, penyandang penyakit berat, cacat berat dan lansia.

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Pemkab Semarang kepada warga yang kurang beruntung,” ujar Gunadi usai penyerahan bantuana di Balai Desa Jetis Kecamatan Bandungan, Rabu (27/12) kemarin.

Dijelaskan Gunadi, para penerima tersebut sudah diverifikasi dan divalidasi dengan melibatkan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK). Adapun besaran bantuan yang diterima warga bervariasi antara Rp 500 ribu – Rp 1,5 juta.

Pemberian didasarkan pada kategori risiko sosial ringan, sedang dan berat.  Pada 2018 mendatang, lanjutnya, Dinsos menganggarkan dana Rp 700 juta untuk bantuan sosial. Angka itu meningkat hampir tujuh kali lipat dibandingkan anggaran yang sama tahun ini. “Bantuan diarahkan memang untuk mendukung peningkatan kesejahteraan warga kurang mampu yang belum menerima bantuan sebelumnya,” katanya.

Koordinator TKSK Kabupaten Semarang Jarwanto menambahkan pada 2017 ini sebanyak 188 warga kurang mampu diusulkan untuk mendapat bantuan sosial lewat Kartu Jateng Sejahtera (KJS). “Besaran bantuan Rp 250 ribu perbulan per orang dengan total bantuan Rp 564 juta,” katanya.

Pada 2018 nanti, lanjutnya, telah diusulkan 200 warga kurang mampu. Mereka dipastikan belum pernah menerima bantuan sosial apapun baik dari Pemerintah dan termasuk dalam Data Base Terpadu (DBT) kemiskinan dari Kementerian Sosial RI.

Sementara itu, Bupati Semarang Mundjirin yang menyerahkan langsung bantuan tersebut mengharapkan para penerima memanfaatkan uang bantuan itu dengan baik. “Sebaiknya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok,” kata Mundjirin.

Kalaupun masih ada sisa, lanjutnya, dapat digunakan untuk membeli bibit tanaman produktif seperti cabai. Tujuannya agar bisa memberikan pendapatan tambahan. “Pemkab Semarang terus berupaya mengurangi jumlah warga kurang mampu maupun penyandang resiko sosial. Salah satunya dengan memberikan bantuan tunai secara langsung kepada yang membutuhkan,” katanya.

Ia berharap sinergi program pengentasan kemiskinan di setiap OPD dapat meningkatkan kesejahteraan warga. Sedangkan, salahsatu penerima bantuan, Rikoni, 85, warga Kecamatan Bawen mengaku bersyukur menerima bantuan tersebut. “Saya senang mendapat bantuan ini karena bisa untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” ujar Rikoni.

Dalam kesempatan itu, Rikoni memperoleh bantuan sebesar Rp 1 juta. Bahkan saat ia menerima bantuan langsung dari Bupati Mundjirin ia tampak bengong karena kaget tiba-tiba mendapat uang tunai. “Tahunya saya dapat uang dari Pak Bupati, saya juga kaget,” katanya. (ewb/ida)