Beranda Berita Semarang Pedagang Barito Akan Ajukan DED Baru

Pedagang Barito Akan Ajukan DED Baru

Others

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Menjelang direlokasi ke Pasar Klitikan Penggaron, para pedagang Barito mengajukan permohonan untuk mengajukan Detail Engineering Design (DED) baru agar bisa menetap di kawasan Barito.  Mereka menyatakan siap dipindah ke Pasar Klitikan Penggaron untuk sementara. Meskipun mereka telah mengetahui bahwa kondisi Pasar Klitikan Penggaron tersebut tidak layak untuk menampung kebutuhan para pedagang Barito.

“Kami sudah mendapat sosialisasi dari Dinas Perdagangan Kota Semarang sebanyak dua kali. Desember, Januari, maksimal Februari, Barito harus dikosongkan,” kata Ketua Paguyuban Pedagang Jasa (PPJ) Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) Karya Mandiri Barito Blok A-H, Rahmat Yulianto, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (27/12).

Pihaknya yang beranggota 536 pedagang menyatakan siap pindah ke Pasar Klitikan Penggaron meski dengan berat hati. Dia justru mengembalikan kepada Pemerintah Kota Semarang, apakah sudah siap memindah pedagang Barito dalam waktu dekat ini?

“Dengan jumlah yang ribuan. (Pedagang) Barito itu banyak lho, mulai Jalan Majapahit hingga Kaligawe, jumlahnya ribuan. Tetapi kami yang memiliki paguyuban pedagang adalah Blok A-H berjumlah 500, tidak ada masalah untuk pindah. Belum pedagang di Sawah Besar. Pasar Klitikan itu bisa menampung berapa sih? Maka saya tanya apakah Pemkot Semarang sudah siap?” tantangnya.

Dia mengaku sudah mengecek kondisi di Pasar Klitikan Penggaron. Menurut perkiraan dia, Pasar Klitikan Penggaron hanya mampu menampung kurang lebih 500 pedagang. “Pada intinya kami tidak ada masalah untuk pindah ke tempat relokasi. Tapi kami pedagang Blok A-H meminta agar dibangunkan shelter untuk pedagang kreatif di Barito. Kami akan mengajukan usulan Design Engeenering Detail (DED), kepada wali kota dan Dinas Perdagangan Kota Semarang. Lokasi tersebut agar didesain sedemikian rupa dan tidak mengganggu normalisasi Banjir Kanal Timur.  Sudah kami usulkan ke Dinas Perdagangan, dan dipersilakan mengajukan ke wali kota,” katanya.

Tidak ada salahnya, kata dia, pemerintah kota menjadikan kawasan Barito tersebut sebagai tempat destinasi sebagaimana penataan di Pasar Bunga Kalisari depan Kampung Pelangi. Jika para pedagang Barito tetap di Pasar Klitikan Penggaron dalam waktu lama, maka akan terancam mati alias bangkrut.

“Bayangkan di belakang kami ada kurang lebih 6.000-7.000-an orang yang merupakan keluarga pedagang dan karyawan yang menggantungkan hidup di Barito. Nuwun sewu, Pasar Klitikan Penggaron tidak sesuai peruntukannya dengan karakteristik pedagang Barito. Sebab, Pasar Klitikan itu peruntukannya didesain untuk pedagang kaki lima biasa,” ujarnya. 

Stay Connected

12,286FansSuka
35PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest News

Semut Raksasa

Related News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here