KALAHKAN UNGGULAN: Pemain non unggulan tunggal remaja putri Febta Famia (PB Bintang Terbit Gubug) melaju semifinal dengan mengalahkan unggulan dua Lutfi Dwi Cahyani (PB Arista Ungaran). (TAUFIQ HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KALAHKAN UNGGULAN: Pemain non unggulan tunggal remaja putri Febta Famia (PB Bintang Terbit Gubug) melaju semifinal dengan mengalahkan unggulan dua Lutfi Dwi Cahyani (PB Arista Ungaran). (TAUFIQ HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, GROBOGAN – Pemain non unggulan di kelompok usia tunggal anak utama putri, Afril Maulida, dan non unggulan tunggal remaja putri, Febta Famia, tampil mengejutkan di partai delapan besar Djarum Foundation Kejuaraan Bulutangkis Multi Kabupaten/Kota se-Eks Karesidenan Semarang 2017. Pada pertandingan lanjutan yang berlangsung di GOR Simpang Lima, Kota Purwodadi, Rabu kemarin, kedua pemain tersebut mengalahkan pemain unggulan dan melaju ke babak semifinal.

Afril Maulida dari klub Perkumpulan Bulu tangkis (PB) Cahaya Mas David Sport Demak, menghentikan langkah unggulan dua Erika Valery (PB Altrec Semarang). Unggulan satu di Kabupaten Demak ini memetik kemenangan dua set langsung 21-13, 21-17. Pelatih PB Cahaya Mas, Riandika, mengakui keunggulan Afril atas lawannya. “Banyak smash dan cock yang dilakukan Afril tidak bisa atasi lawan. Gim kedua sempat rame karena angkanya sempat menyusul. Tapi bisa diantisipasi Afril,” jelasnya usai pertandingan.

Sementara, Febta Famia asal PB Bintang Terbit Gubug, mampu menghadang unggulan dua Lutfi Dwi Cahyani (PB Arista Ungaran). Pemain tuan rumah ini unggul 21-9, 21-18. Pelatih PB Arista, Awi Yahya, mengaku kekalahan ini karena factor kelelahan fisik anak didiknya. “Stamina Lutfi sudah drop saat mulai main gim pertama. Berusaha dipertahankan waktu gim kedua tapi dia tidak mampu,” ungkapnya saat menemani Lutfi beristirahat keluar gedung pertandingan.

Sementara itu, agenda pertandingan Rabu kemarin merampungkan laga delapanbesar seluruh kelas kelompok usia. Ketua Pengkab PBSI Grobogan, Sumarli, mengatakan, jumlah peserta kejuaraan kelompok usia tingkat utama masih didominasi pemain tuan rumah. “Partai utama 50 persen lebih diikuti pemain Grobogan. Ini hal positif karena bisa sebagai ajang mengukur kemampuan masing – masing pemain dan klub di Grobogan,” tuturnya. (fiq/bas)