RADARSEMARANG.COM, KENDAL — Kerja sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) masih diminati di Kendal. Terbukti, sedikitnya pertahun Kendal memasok TKI sebanyak 2.400 pekerja pertahun.

Berdasarkan data Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI), tingginya minat warga Kendal untuk bekerja sebagai TKI tersebut menempati urutan ke delapan sebagai daerah pemasok TKI tertinggi. Sedangkan untuk skala Jateng, Kendal menempati peringkat dua pemasok TKI tertinggi setelah Cilacap dengan jumlah pengiriman TKI 17.000 pertahun.

“Rata per bulan, Kendal mengirim 200 TKI ke luar negeri dengan berbagai tujuan. Kalau setahun sekitar 2.400 pekerja,” ujar Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja pada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kendal, Agus Teguh Imanto kepada sejumlah wartawan, Rabu (27/12) kemarin.

Diakuinya, rata-rata TKI didominasi kaum hawa dengan negara tujuan terbanyak yakni Hongkong, Taiwan, Malaysia, Arab Saudi. “Rata-rata bekerja sebagai asisten rumah tangga,” jelasnya.

Jumlah penyalur perusahaaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) di Kendal sendiri cukup banyak. Data yang tercatat dan resmi terdaftar di Disnaker ada 41 perusahaan. Enam di antaranya adalah PJTKI yang memang berkantor pusat di Kendal.

Banyaknya TKI dari Kendal membuat Disnaker harus melakukan pengawalan terhadap perlindungan TKI. Hal itu untuk menghindari TKI ilegal. Baik oleh PJTKI yang tidak resmi atau penempatan yang tidak sesuai dengan perjanjian kontrak (PK) kerja.

“Pengawasan kami lakukan dengan laporan rutin dari PJTKI maupun Agency yang menyalurkan TKI. Hal ini untuk memastikan bahwa PJTKI menyalurkan  TKI sesuai dengan perjanjian. Sebab jika tidak sesuai, maka TKI tersebut dianggap ilegal alias memperdagangkan manusia,” tambahnya.

Tingginya minat warga Kendal untuk bekerja sebagai TKI di luar negeri dilandasi beberapa faktor. Selain iming-iming gaji yang lebih tinggi dari pada gaji di Indonesia, juga minimnya lowongan pekerjaan di Indonesia.

Direktur PT Sofia Sukses Sejati, Nanang Fardiansyah mengatakan jika PJTKI miliknya yang berkantor pusat di Kendal. Namun ia mengakui jika perusahaan miliknya memberangkatkan TKI secara resmi sesuai aturan. “Kami memiliki izin yang sah,” katanya. (bud/ida)