Inovasi dan Peran Masyarakat Jadikan Kota Magelang Sarat Prestasi

140
MEMBANGGAKAN : Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito menerima penghargaan Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) Tahun 2017 untuk kategori kota kecil yang diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.
MEMBANGGAKAN : Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito menerima penghargaan Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) Tahun 2017 untuk kategori kota kecil yang diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.

RADARSEMARANG.COM – Kota Magelang bisa membuktikan sebagai kota kecil yang berprestasi. Sederet penghargaan mewarnai perjalanan masa kepemimpinan Walikota Magelang Sigit Widyonindito dan Wakil Walikota Magelang, Windarti Agustina sepanjang 2017.

TERHANGAT, kota dengan tiga kecamatan ini, berhasil menempati posisi pertama dalam penghargaan Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) Tahun 2017 untuk kategori kota kecil. Kota Sejuta Bunga menyisihkan 92 kota lainnya di seluruh Indonesia yang masuk dalam penilaian oleh Tim Smart City and Community Innovation Centre (SCCIC) Institut Teknologi Bandung (ITB), pada Agustus lalu.

Walikota Sigit Widyonindito mengakui, untuk mendapatkan penghargaan bergengsi tingkat nasional, tidaklah mudah. Menurut Sigit, inovasi saja tak cukup untuk memboyong penghargaan. Peran masyarakat begitu berarti. Kolaborasi dari semua lini, sangat dibutuhkan dalam memajukan Kota Magelang. Apalagi penilaian yang dilakukan tim SCCIC mengerucut pada potret tata kelola Pemkot Magelang terhadap pelayanan masyarakat.

“Kita semua harus mempertahankan prestasi ini. Ke depan harus kita tingkatkan. Saya juga akan mengevaluasi program-program Pemkot yang sudah berjalan. Tujuannya, agar pengelolaan kota semakin profesional dan memberikan manfaat sebesar-besarnya dalam rangka melayani masyarakat Kota Magelang,” kata Sigit.

Sigit menambahkan, untuk mendapatkan predikat Kota Cerdas atau Smart City, kota tersebut harus bisa mengelola berbagai sumber daya yang dimiliki secara efektif dan efisien untuk menyelesaikan berbagai tantangan kota, menggunakan solusi inovatif, terintegrasi, serta berkelanjutan untuk menyediakan infrastruktur dan memberikan layanan-layanan kota yang dapat meningkatkan kualitas hidup warganya. Dari inilah, lahir banyak inovasi yang mendapatkan penghargaan karena dianggap memberikan kemanfaatan terhadap masyarakat dan kemajuan kota.

Sedangkan konsep pengembangan kota cerdas mengacu master plan yang disusun pihaknya pada 2016. Konsep ini dikenal dengan Garuda Smart City Model (GSCM). Sebuah konsep kota cerdas yang dipakai untuk menilai tingkat kematangan kota-kota di Indonesia. Walikota Sigit menyebutkan, konsep kota cerdas dalam GSCM terdiri atas 3 komponen. Yaitu, cerdas secara ekonomi, kecerdasan pengelolaan lingkungan, dan kecerdasan lingkungan. Ketiganya harus seimbang. (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here