MELEDAK : Anggota Polsek Kedungwuni Polres Pekalongan, saat melakukan olah TKP di home industry di Desa Rowocacing, setelah salah satu mesin blower laundry meledak. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MELEDAK : Anggota Polsek Kedungwuni Polres Pekalongan, saat melakukan olah TKP di home industry di Desa Rowocacing, setelah salah satu mesin blower laundry meledak. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Diduga lalai saat mengoperasikan mesin blower laundry jins, seorang pekerja cucian jins bernama Casuri, 41, warga Desa Pakis Putih, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, tewas di lokasi kejadian, Rabu pagi (27/12) kemarin. Yakni, setelah Casuri terkena hantaman mesin blower cucian jins di Desa Rowocacing, Kecamatan Kedungwuni.

Saking kuatnya ledakan, mesin blower cucian jins terlempar sejauh 50 meter dari lokasi semula. Bahkan dinding tembok Pondok Pesantren Al Fusha yang letaknya berdamping ikut rusak.

Kapolsek Kedungwuni Polres Pekalongan, AKP Kalung Muktiana mengungkapkan bahwa pada Rabu pagi (27/12) sekitar pukul 07.30, Casuri, karyawan home industry cucian jins milik H Kholidin, 52, warga Desa Rowocacing, Kecamatan Kedungwuni, masuk ke ruang cucian jins. Casuri melakukan aktivitasnya seperti biasa. Namun ketika menjalankan mesin blower laundry, kondisi blower tiba–tiba panas dan meledak. Sehingga menghantam dinding tembok Pondok Al Futsha yang letaknya berdampingan dengan lokasi cucian jins.

Berdasarkan keterangan saksi, saat ledakan tersebut, tidak ada karyawan lain, hanya Casuri di lokasi kejadian. Sedangkan jeda waktu antara Casuri menjalankan mesin laundry blower hingga meledak sekitar 30 menit. “Kami masih melakukan pengembangan kejadian. Namun salah satu penyebab meledaknya mesin blower karena suhunya terlalu panas, hingga meledak,” ungkap AKP Kalung Mutiana.

Sementara itu, Humas Polres Pekalongan, AKP M Dahyar menjelaskan bahwa korban Casuri meninggal dunia saat kejadian. Pihak Polres Pekalongan langsung melakukan olah TKP dan Tim Inavis Polres Pekalongan juga diterjunkan untuk mengetahui penyebab kecelakaan kerja tersebut.

Menurutnya hingga saat ini, pihak Polres Pekalongan masih memintai keterangan terhadap Kholidin, untuk pengembangan lebih lanjut.

“Kami masih memintai keterangan pemilik usaha cucian jins, untuk antisipasi agar kecelakaan kerja semacam itu tidak lagi terjadi. Mengingat banyaknya jumlah cucian jins yang ada di Kecamatan Kedungwuni dan Wonopringgo,” jelas AKP M Dahyar. (thd/ida)