33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

120 Hektare Kumuh, 885 Rumah Tak Layak Huni

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG — Kota Magelang masih memiliki 120 hektare (ha) kawasan kumuh yang tersebar di seluruh kelurahan. Tak hanya itu, akses air bersih juga baru di atas 80 persen dan masalah sanitasi bersih 6 persen. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Magelang, Joko Soeparno, menyampaikan, penanganan kawasan kumuh sudah menjadi prioritas Pemkot.

“Sejak 2016, kami sudah susun program kegiatan untuk penanganan kawasan kumuh melalui musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) dari tingkat kelurahan hingga kecamatan,” kata Joko saat menghadiri lokakarya evaluasi pelaksanaan program kota tanpa kumuh (kotaku) Kota Magelang, di Gedung Wanita, Rabu (27/12) kemarin.

Untuk mengatasi tiga hal di atas: lahan kumuh, air bersih, dan sanitasi, maka program 100-0-100 (100 persen akses air bersih, 0 persen kawasan kumuh, dan 100 persen akses sanitasi) dari pemerintah pusat, telah dimasukkan ke dalam RPJMD 2016-2021. Pemerintah pusat mencanangkan program 100-0-100 dapat tercapai pada 2019.

“Jelas kami mendukung program pemerintah pusat yang strategis itu. Harapannya, sama-sama kita dapat mencapainya pada 2019 mendatang.” Joko mengakui, pada penyusunan RPJMD 2015 lalu, Kota Magelang masih memiliki 120 hektare (ha) kawasan kumuh.

Wakil Wali Kota Windarti Agustina menyampaikan, permukiman kumuh masih menjadi tantangan Pemkot. Untuk itu, diperlukan upaya kerja sama lintas sektor menangani hal tersebut.

Sesuai UU No 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman, pemerintah daerah diberi kewenangan untuk mewujudkan permukiman layak. Di Kota Magelang, masih ada 855 rumah tidak layak huni yang perlu ditangani, baik melalui program Organisasi Perangkat Daerah (OPD), TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), maupun lainnya.

Ia meminta pembangunan di kawasan kumuh perkotaaan segera diwujudkan secara konkret. “Bisa dimulai dengan gerakan bebas kumuh oleh pemerintah daerah, masyarakat, dan para pendamping kota tanpa kumuh (kotaku).”

Dalam lokakarya tersebut, juga dilakukan penandatanganan komitmen pihak-pihak terkait dalam upaya menangani kawasan kumuh. Di antaranya, Ketua DPRD Kota Magelang, Budi Prayitno dan Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kota Magelang, Deddy Eko Sumarwanto. (put/cr3/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Minimalisir Kebocoran Penonton

RADARSEMARANG.COM - SELAIN Dari sisi teknis, PSIS juga memiliki banyak pekerjaan rumah dari sisi penyelenggaraan pertandingan. Seperti diketahui, homebase mereka saat ini Stadion Moch...

Di Kabupaten Pekalongan, UNBK Hari Kedua Lancar

RADARSEMARANG.COM, KAJEN–Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP Kabupaten Pekalongan pada hari kedua, Selasa (24/4) kemarin, berjalan lancar tanpa gangguan. Bahkan, kegiatan UNBK...

Dorong Mahasiswa Magang Luar Negeri

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang terus mendorong mahasiswanya mengikuti program student mobility dan internship keluar negeri. Selain memperbanyak pengalaman mahasiswa, juga untuk meningkatkan hubungan...

Wisuda Diiringi Gamelan

RADARSEMARANG.COM, MUNTILAN – SMAN 1 Muntilan Sabtu (5/5) lalu mewisuda siswa kelas XII. Kegiatan dimulai dengan kirab wisudawan dan wisudawati. Diikuti oleh kepala sekolah, 4 wakil kepala sekolah, 7 wali...

Aset KPRI MAS Capai Rp 9,4 M

DEMAK-Koperasi Pegawai Republik Indonesia Marsudi Ajineng Salero (KPRI MAS) yang dikelola pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Demak terus berkembang pesat. Kini, koperasi...

Jateng Raih Penghargaan WTN Ke-4

SEMARANG – Pemprov Jateng kembali meraih Piala Wahana Tata Nugraha (WTN) Wiratamtama 2016 atas prestasinya membina kabupaten/ kota dalam menata lalu lintas yang baik....