Suparjo (Ahsan fauzi/radar kedu)
Suparjo (Ahsan fauzi/radar kedu)

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Temanggung meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan adanya penderita difteri seperti di sejumlah daerah. Jika ada 1 saja pasien difteri, maka bisa dinyatakan sebagai kejadian luar biasa (KLB).

“Semua rumah sakit di Temanggung siap sebagai rujukan penderita difteri karena hanya memerlukan ruang isolasi saja, kalau obatnya biasa saja,” Kepala Dinkes Temanggung Suparjo, Selasa (26/12).

Dijelaskan lebih lanjut, difteri rentan menimpa atau menular pada anak-anak yang tidak dilindungi dengan imunisasi. Difteri bisa menular melalui udara. Salah satu dusun di Desa Bonjor Kecamatan Tretep, masyarakatnya tidak mau diimunisasi. Kondisi ini membuat warga di daerah tersebut sangat rawan terserang penyakit difteri. “Kami meningkatkan kewaspadaan dini di puskesmas-puskesmas. Jika menjumpai pasien yang mengalami tanda-tanda penyakit difteri, kami minta untuk segera dirujuk ke rumah sakit,” pintanya.

Gejala penyakit difteri antara lain demam, batuk dan tenggorokan sakit. Lalu, tanda difteri yang khas adalah bercak putih keabu-abuan di tenggorokan yang biasanya sulit dilepas. “Sejauh ini, belum ada kasus difteri terjadi di Temanggung. Kasus terakhir muncul sudah lama sekitar delapan atau sembilan tahun lalu, itu pun baru gejala,” ungkapnya. (san/ton)