Mulai Rintis Desa Kesenian

Desa Kebowan, Kecamatan Suruh

518
SENI BUDAYA: Pemerintah Desa (Pemdes) terus gali potensi kesenian yang ada di Desa Kebowan untuk diangkat, menyusul tujuan besar yang hendak dicapai yaitu membuat Desa Kebowan menjadi Desa Kesenian.
SENI BUDAYA: Pemerintah Desa (Pemdes) terus gali potensi kesenian yang ada di Desa Kebowan untuk diangkat, menyusul tujuan besar yang hendak dicapai yaitu membuat Desa Kebowan menjadi Desa Kesenian.

RADARSEMARANG.COM, SURUH – Bidang kesenian menjadi bidikan Pemerintah Desa Kebowan untuk digarap demi memperkenalkan Desa Kebowan kepada masyarakat luas. Dengan sejumlah kesenian yang dimiliki, Pemerintah Desa akan membuat Desa Kebowan menjadi jujukan wisatawan sebagai Desa kesenian.

Beberapa kesenian yang dimiliki oleh Desa ini diantaranya ada kesenian reog, karawitan, rebana, juga kesenian drum blek yang kini hampir ada di setiap Desa di kabupaten Semarang. Alasan pemilihan bidang kesenian untuk digarap adalah karena beberapa acara di Desa ini, seperti upacara pengantin serta beberapa acara lainnya memang masih diwarnai dengan kesenian dan budaya Jawa yang sangat kental.

Hana Hidayanti (IST)
Hana Hidayanti (IST)

”Budaya-budaya di sini itu masih njawani banget. Sehingga yang seperti ini, kami berupaya untuk terus menjaganya sekaligus kita manfaatkan untuk mensejahterakan warga masyarakat,” ujar Hana Hidayanti, sekretaris Desa Kebowan kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Hana melanjutkan, berbagai upaya dilakukan Pemerintah Desa Kebowan untuk menggali potensi di bidang kesenian ini. Salah satunya, dalam setiap event, Pemerintah Desa mencoba memunculkan potensi kesenian di setiap dusun melalui sejumlah perlombaan-perlombaan yang rutin diadakan.

”Kami dorong setiap Dusun menampilkan keseniannya dengan semaksimal mungkin. Biasanya kami adakan bersamaan dengan hari besar seperti saat 17an. Strukturnya terdiri dari karang taruna dan sejumlah elemen yang ada di desa Kebowan. Kira-kira tahun 2018 kami bisa mencanangkan Desa kesenian di Kebowan,” lanjutnya.

Antusias dari warga, terutama para pemuda dikatakan oleh Hana sangat tinggi. Sebab, untuk kesenian reog sendiri memang sudah melalang buana ke sejumlah daerah untuk ditampilkan. ”Di sini reognya yang sudah dimodifikasi Temanggungan. Jadi alat musik nya tidak hanya tradisional, sudah ada tambahan seperti organ (orjen) nya,” kata dia.

Pemerintah Desa kebowan, kata dia, sangat optimis bisa menarik sejumlah wisatawan untuk datang ke Desa ini. Sedikit demi sedikit, brand Desa kesenian akan dikenalkan kepada masyarakat luas agar banyak yang datang menikmati pertunjukan kesenian di Desa yang berbatasan dengan Desa Tegalwaton di sebelah Barat ini. ”Kami akan promosikan, Konsepnya seperti ketika kita melihat pertunjukan kesenian di Bali. Tentu akan berdampak pada perekonomian warga. Karena dengan banyaknya pengunjung yang datang, warga sini bisa memanfaatkan dengan berjualan makanan, minuman atau pernak-pernik,” timpalnya.

Saat ini, selain penguatan struktur organisasi, Pemerintah Desa sedang menyiapkan para pemuda untuk dapat menjalankan kesenian yang ada. Lebih lanjut Pemeritah Desa juga sedang berupaya menyatukan langkah setiap dusun yang ada agar tujuan bersama ini dapat dicapai dengan lebih mudah.  ”Supaya tidak fokus pada Dusun masing-masing. Kita sengkuyung bersama. Sehingga ketika sudah jadi satu, kesulitan demi kesulitan dapat diatasi bersama,” kata sekdes muda ini. (sga)