RADARSEMARANG.COM, KENDAL — Warga Desa Pagergunung Kecamatan Pagerruyung Kabupaten Kendal, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki tanpa identitas. Mayat tersebut, diduga korban pembunuhan, lantaran ada luka tusuk pada leher korban.

Mayat tersebut pertama ditemukan oleh warga sekitar. Saat ditemukan, mayat dalam kondisi mengenaskan. Selain ditemukan sejumlah luka di tubuhnya, tangan mayat dalam keadaan terikat borgol. Selain itu, mulut dan kepala korban diplester menggunakan lakban warna hitam.

Ciri-ciri mayat diperkirakan berusia lebih dari 40 tahun, warna kulit sawo matang, rambut hitam pendek, mengenakan rompi warna kuning tinggi sekitar 160 sentimeter. Korban juga mengenakan jaket dan celana panjang warna hitam.

Kapolres Kendal AKBP Adi Wijaya melalui Kasatreskrim AKP Aris Munandar menduga mayat tersebut korban penganiayaan. “Kami masih menyelidiki kasus penemuan mayat ini,” katanya, kemarin.

Aris memperkirakan lokasi penemuan mayat diduga kuat hanya lokasi pembuangan mayat saja. Sedangkan lokasi pembunuhan korban sampai meninggal dunia, dilakukan di lokasi lain. Hal itu terlihat tidak ditemukannya alat atau bekas darah yang tercecer di sekitar lokasi. “Indikasinya pembunuhan dilakukan di luar lokasi penemuan mayat. Sebab kondisi mayat saat ditemukan dalam keadaan dilakban dan diborgol,” ujarnya.

Menurut Aris, pihaknya sudah meminta keterangan sejumlah saksi terkait penemuan mayat tanpa identitas tersebut. Sementara itu, mayat tersebut dibawa RSUD Soewondo Kendal untuk dilakukan visum. “Selanjutnya mayat akan kami bawa ke RS Bhayangkara Semarang untuk dilakukan proses otopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya,” tandasnya.

Namun sejauh ini polisi kesulitan mencari keterangan. Lantaran tidak ditemukannya satu identitas apapun dalam tubuh korban. Sehingga polisi kesulitan mengusut tuntas kasus tersebut.

Juarman alias Jujuk, 45, warga Dukuh Tembelang, Desa Tambahrejo, Kecamatan Pagerruyung mengaku melaporkan penemuan mayat melalui pesan SMS ke Polisi. Ia mengatakan jika ada mayat di Kebon Sengon Suling Wuni di tepi Jalan Pageruyung-Weleri KM 10. “Saya melihat sesosok mayat. Lalu saat di sekitar lokasi, saya lapor ke polisi,” ujar Jujuk.

Kapolsek Pagerruyung, AKP Sodikin mengatakan bahwa yang mendapatkan informasi warga. Selanjutnya petugas melakukan pencarian di lokasi. Mayat ditemukan di antara semak-semak dalam kondisi tangan diborgol ke belakang.

“Selain diborgol, mayat juga dalam kondisi dilakban di sejumlah tubuhnya seperti kaki, tangan, mulut dan muka. Korban ditemukan di tepi jalan dengan jarak 3 meter dari bahu jalan. Korban mengenakan jaket parasit warna hitam bertuliskan BNPB,” jelasnya. (bud/ida)