Puluhan Pesilat Bertarung Diiringi Salawat

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, REMBANG Puluhan pesilat beradu di atas ring bambu dalam rangka Pencak Dor Sabung Bebas di halaman MTS-MA Muallimin Rembang kemarin. Mereka bertarung tanpa dinilai dan tak ditentukan siapa yang menang atau kalah.

Ini kali pertama perguruan silat Pagar Nusa Rembang menggelar kegiatan tersebut. Meski pertama, namun para pesilat ternyata antusias. Kegiatan tersebut sedianya hanya diperuntukkan bagi pesilat di bawah naungan perguruan Pagar Nusa.

Namun, pesilat dari perguruan lain ternyata berminat untuk ikut bertanding. Bahkan, sejumlah pesilat datang dari luar Rembang. Seperti dari Pati, Tuban, Grobogan, hingga Cirebon.

Aziz Mahmudi, ketua Pagar Nusa Rembang menjelaskan, ring memang dibuat dari bambu untuk melestarikan tradisi. Sekitar pukul 14.30, panitia memulai pencak dor. Lantunan salawat diiringi rebana mewarnai jalannya pertandingan.

”Pencak dor ini kali pertama kami gelar. Semua yang ingin bertanding boleh langsung naik ke atas ring,” jelasnya.

Enam wasit yang berada di atas ring mempersilakan siapapun yang ingin bertanding. Pertandingan itu tak menggunakan regulasi dari Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Pesilat boleh memukul ke semua area tubuh lawan. Namun harus menggunakan tangan kosong.

Sebelum naik, pesilat diperiksa. Kalau ada yang pakai cincin, gelang, dan aksesori lain harus dilepas. Pesilat yang bertanding tak dinilai. Tidak ada yang menang atau kalah. Oleh karena itu, panitia membuat slogan “Di Atas Lawan, Di Bawah Kawan”.

Wasit juga tak menentukan ronde pertandingan. Begitu melihat salah satu pesilat lemah, wasit datang dan menghentikan pertandingan. Kalau keduanya masih bersedia melanjutkan, pertandingan dilanjutkan. Sebaliknya, jika salah satu pesilat merasa tak sanggup maka pertandingan dihentikan.

Ajang tersebut berlangsung selama 1,5 jam. Melihat antusiasme para pesilat, Pagar Nusa Rembang berencana menjadikan pencak dor sebagai kegiatan tahunan. (lid/aji)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -