KUNCI LAWAN: Seorang pesilat berusaha mengunci gerakan lawan ketika bertanding di ajang bertajuk Pencak Dor Sabung Bebas kemarin. (KHOLID HAZMI/RADAR KUDUS)
KUNCI LAWAN: Seorang pesilat berusaha mengunci gerakan lawan ketika bertanding di ajang bertajuk Pencak Dor Sabung Bebas kemarin. (KHOLID HAZMI/RADAR KUDUS)

RADARSEMARANG.COM, REMBANG Puluhan pesilat beradu di atas ring bambu dalam rangka Pencak Dor Sabung Bebas di halaman MTS-MA Muallimin Rembang kemarin. Mereka bertarung tanpa dinilai dan tak ditentukan siapa yang menang atau kalah.

Ini kali pertama perguruan silat Pagar Nusa Rembang menggelar kegiatan tersebut. Meski pertama, namun para pesilat ternyata antusias. Kegiatan tersebut sedianya hanya diperuntukkan bagi pesilat di bawah naungan perguruan Pagar Nusa.

Namun, pesilat dari perguruan lain ternyata berminat untuk ikut bertanding. Bahkan, sejumlah pesilat datang dari luar Rembang. Seperti dari Pati, Tuban, Grobogan, hingga Cirebon.

Aziz Mahmudi, ketua Pagar Nusa Rembang menjelaskan, ring memang dibuat dari bambu untuk melestarikan tradisi. Sekitar pukul 14.30, panitia memulai pencak dor. Lantunan salawat diiringi rebana mewarnai jalannya pertandingan.

”Pencak dor ini kali pertama kami gelar. Semua yang ingin bertanding boleh langsung naik ke atas ring,” jelasnya.

Enam wasit yang berada di atas ring mempersilakan siapapun yang ingin bertanding. Pertandingan itu tak menggunakan regulasi dari Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Pesilat boleh memukul ke semua area tubuh lawan. Namun harus menggunakan tangan kosong.

Sebelum naik, pesilat diperiksa. Kalau ada yang pakai cincin, gelang, dan aksesori lain harus dilepas. Pesilat yang bertanding tak dinilai. Tidak ada yang menang atau kalah. Oleh karena itu, panitia membuat slogan “Di Atas Lawan, Di Bawah Kawan”.

Wasit juga tak menentukan ronde pertandingan. Begitu melihat salah satu pesilat lemah, wasit datang dan menghentikan pertandingan. Kalau keduanya masih bersedia melanjutkan, pertandingan dilanjutkan. Sebaliknya, jika salah satu pesilat merasa tak sanggup maka pertandingan dihentikan.

Ajang tersebut berlangsung selama 1,5 jam. Melihat antusiasme para pesilat, Pagar Nusa Rembang berencana menjadikan pencak dor sebagai kegiatan tahunan. (lid/aji)