33 C
Semarang
Selasa, 7 Juli 2020

Jangan Jadi Generasi Pragmatis 

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Generasi muda diharapkan terus mengasah kemampuan dan kreativitasnya. Sebab generasi muda adalah generasi penerus yang sedianya harus dilalui dengan belajar dan banyak membaca buku. Selain itu berorganisasi agar bisa banyak pengalaman dalam mengkoordinir dan memecahkan masalah.

Demikian dikatakan Anggota DPR RI Mujib Rohmat dalam helatan acara Sarasehan Budaya yang digelar komunitas Pelataran Sastra Kaliwungu (PSK). Menurutnya sekarang ini banyak generasi muda yang justru terjebak pada budaya pragmatis. “Ingin segala sesuatunya itu serba cepat dan instan tanpa mau berproses,” tuturnya.

Hal inilah yang mengakibatkan orang tidak memiliki pondasi kuat. Sehingga mudah diombang-ambingkan ataupun dipecah belah. Seperti contoh saat belajar lebih mudah baca dari internet ketimbang belajar dari buku. Sehingga ilmu yang dihasilkan instan dan tidak punya pemahaman yang kuat tentang keilmuan yang didapatnya.

Contoh lain, sekarang anak-anak muda lebih suka diskusi di media sosial yang berujung pada bully yang tidak sehat ketimbang diskusi pada forum resmi. Media sosial lebih banyak digunakan untuk berfoto selfie dari pada membangun jejaring sosial.

“Budaya ini lah yang harus dihindari. Jadi pemuda itu ya harus banyak belajar, membaca buku, beroganisasi, mengolah dan memecahkan masalah. Sehingga mereka akan terbiasa, dengan begitu ketika terjun di masyarakat dan berkeluarga sudah siap,” tandasnya.

Termasuk salah satunya dengan berkesenian. Menurutnya seni dapat menjadi media dakwah atau ajakan yang indah. Sebab seni adalah mengungkapkan rasa dengan keindahan. Sehingga bisa diterima seluruh lapisan masyarakat.

Menurutnya seni saat ini yang justru bisa menjadi senjata ampuh untuk merekatkan dan membangkitkan rasa cinta tanah air, toleransi ditengah kebhinekaan. “Ungkapan atau ajakan dengan musik, nyanyian, tari, lukisan, teatrikal dan sebagainya. Jadi menurut saya seni ini bisa mempersatukan segalanya,” tandasnya.

Camat Kaliwungu, Dwi Cahyono berharap seni ini bisa terus dikembangkan di Kaliwungu. Yakni sebagai bentuk nguri-nguri kebudayaan dan dapat mengulang kembali kejayaan Kaliwungu. “Kaliwungu ini merupakan daerah yang kental dengan nilai agama dan religi. Jadi selain banyak tokoh agama Kaliwungu juga banyak seniman,” tuturnya. (bud/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Telkom Sediakan 1000 Paket Sembako

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Sebanyak 1.000 paket sembako disediakan PT Telkom selama menggelar pasar murah dalam gelaran Safari Ramadan 2018. Paket sembako itu dijual Rp 25 ribu,...

Tangani ODHA dengan Propilar

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Proses pengobatan dan pemantauan para penderita penyakit menular, utamanya Orang dengan HIV-AIDS (ODHA), akan lebih mudah tertangani dengan hadirnya aplikasi Program Proteksi Penyakit...

Berkebaya, Mengecat Tembok

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG –Ibu-ibu warga Kampung Tidar Campur, RT 01 RW 01 Tidar Selatan Magelang Selatan Kota Magelang dengan mengenakan kebaya mengecat tembok rumah di...

Menyoal Nalar Radikalisme Keagamaan

“...NOSTALGIA dapat menjadi kekuatan dahsyat, dan seiring perjalanan waktu dapat digunakan untuk tujuan-tujuan berbahaya.” (Alia Alawi dalam buku The Crisis of Islamic Civilization, 2009). Ada...

Unsoed Terima Hibah Kandang Closed House

PURWOKERTO--Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mendapat hibah sebuah kandang closed house dari PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI). Penyerahan kandang closed house berlangsung di Aula Fakultas...

Langgar Tarif Parkir, Dibekukan Setahun

RADARSEMARANG.COM, SOLO – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo melarang keras tarikan retribusi parkir melebihi aturan bagi pengunjung New Galabo yang diresmikan Minggu malam. Bila nekat,...