33 C
Semarang
Selasa, 11 Agustus 2020

Empat Kasus Pidana Dapat Remisi

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sebanyak 56 warga binaan pemasyarakatan (WBP) pada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I, Kedungpane, Kota Semarang mendapatkan remisi khusus hari Natal 2017. Puluhan WBP tersebut berasal dari empat kategori perkara tindak pidana, mulai pindana umum (pidum) ada 24, narkotika 26, tindak pidana pencucian uang (TPPU) 2, dan korupsi 4 WPB.

Dari 56 WBP yang diusulkan, hanya 47 mendapat Surat Keputusan (SK) remisi. Sedangkan 9 WBP lainnya, masih dalam tahap usulan SK remisi di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Departemen Kemenkum dan HAM. Remisi yang didapat WPB juga beragam, mulai dari 15 hari hingga satu bulan.

“Per 25 Desember, jumlah narapidana (napi) di Lapas Semarang ada 882 orang, sedangkan tahanan 609 orang, maka totalnya ada 1491 WBP. Jumlah itu, yang beragama nasrani hanya 96 orang, terdiri atas 35 tahanan dan 61 napi,” kata Kepala Lapas Semarang, Taufiqurrohman dalam laporannya, Senin (25/12) kemarin.

Sedangkan terkait layanan kunjungan dalam peringatan Natal, imbuhnya, pada hari pertama ada 363 WBP yang dikunjungi. Namun jumlah pengunjungnya mencapai 1.318 orang. “Pendaftaran layanan kunjungan dibuka mulai pukul 08.30 hingga 11.30. Sedangkan kunjungan dimulai pukul 09.00 hingga 12.30,” sebutnya usai laporan.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkum dan HAM Jawa Tengah, Ibnu Chuldun menyampaikan bahwa warga binaan di Lapas se-Jawa Tengah yang mendapat remisi khusus Natal 2017 sebanyak 320 orang. “Remisinya beragam, ada yang 15 hari, paling banyak enam bulan,” kata Ibnu dalam sambutannya.

Ia menyampaikan, warga binaan yang berhak mendapatkan remisi, apabila telah menjalani minimal enam bulan masa hukuman. Kemudian, narapidana melewati proses pengamatan, penilaian, assesment oleh Kepala Lapas. Baru diajukan ke kantor wilayah. “Nanti kanwil yang meneruskan usulan remisi dari kepala Lapas ke pusat,” ujarnya.

Syarat utama napi yang bisa diusulkan untuk mendapat remisi, kata Ibnu, berkelakuan baik, selalu mengikuti program pembinaan di lapas, dan yang paling penting tidak melakukan pelanggaran. “Contoh, napi narkoba. Dia sudah tidak bersentuhan lagi dengan narkoba atau jaringannya,” sebutnya.

Terpisah, salah satu napi yang mendapat remisi, Leonardus Uliyana, mengaku senang masa hukumannya dipotong satu bulan. Napi perkara narkoba dan cukai dengan vonis pidana 4 tahun 3 bulan ini, berjanji akan menata hidupnya kembali apabila keluar dari lapas. “Jujur saya senang sekali. Masa hukuman saya dipotong satu bulan, dapat remisi,” kata Leonardus yang mengaku telah menjalani masa hukuman selama satu tahun 11 bulan di Lapas Semarang.

Jika bebas, dia juga sudah berencana membina kembali keluarganya yang telah ditinggalkan selama ini. Ia mengaku aktif dalam kegiatan keagamaan, selain program pembinaan yang diberikan oleh pihak lapas. “Saya berusaha menghidupi keluarga saya, apabila bebas nanti,” ujarnya. (jks/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Jalan Harus Dilengkapi Drainase

SEMARANG – DPRD menyorot pembangunan infrastruktru jalan di Jateng yang masih belum dilengkapi dengan drainase. Kondisi ini secara tidak langsung membuat jalan lebih cepat...

Gadis Multitalenta

RUCE Nuenda Permata Dije dikenal sebagai Duta Wisata Kota Semarang. Mahasiswi Pendidikan Seni Musik Universitas Negeri Semarang (UNNES) ini adalah sosok multitalenta. Sebelum terpilih...

“Superhero” Hadir di Kota Lama

RADARSEMARANG.COM - Mural karya perupa asal Kota Semarang, Rudy Murdock terpampang di dinding halaman belakang Semarang Contempory Art Gallery, Kawasan Kota Lama, Minggu (18/2)....

Targetkan 356.747 Pengunjung

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID - Animo masyarakat berkunjung ke Candi Borobudur Magelang cukup tinggi. Pada H-2 Lebaran tahun ini, ribuan wisatawan asing dan domestik sudah mengunjungi...

Gudang Jamu Ilegal Dibongkar

SEMARANG - Ribuan jamu ilegal berbentuk pil, kapsul dan serbuk disita aparat kepolisian Direktorat Reserse Narkoba Polda Jateng. Barang tersebut diamankan dari sebuah gudang...

Penyangga Kawasan Wisata Nasional Harus Diberdayakan

WONOSOBO – Upaya pemerintah dalam mendongkrak devisa dari sektor wisata mestinya ditangkap juga oleh penyangga 10 kawasan wisata prioritas. Salah satunya Wonosobo. Sebagai kawasan...