RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang akan menggelar uji KIR keliling. Terobosan tersebut dilakukan mengingat jumlah pemohon begitu tinggi.

Mulai tahun 2018 mendatang, Dishub menyiapkan uji KIR keliling bagi angkutan umum, angkutan barang maupun angkutan penumpang. “Uji KIR keliling bertujuan untuk mempermudah pemilik kendaraan atau pengusaha armada,” kata Kepala Dishub Kota Semarang M Khadik, kemarin.

Dikatakanya, uji KIR di kantor Dishub terus mengalami peningkatan setiap hari. “Setidaknya setiap hari 400 hingga 500 kendaraan melakukan uji KIR, baik angkutan barang maupun angkutan umum. Maka dari itu, kami menganggarkan di anggaran perubahan 2018 mendatang,” katanya.

Sebetulnya, kata Khadik, rencana untuk penyiapan uji KIR keliling tersebut dilakukan pada anggaran 2017, tetapi karena waktunya terlalu mepet, rencana tersebut gagal dilakukan lelang. “Nah, itu akan dilanjutkan pada anggaran perubahan tahun 2018,” katanya.

Khadik menjelaskan, uji KIR keliling akan menggunakan kendaraan khusus, yang dilengkapi dengan berbagai peralatan untuk uji KIR, mulai dari timbangan, peralatan uji emisi, uji lampu dan lain-lain.

“Tahun depan, direncanakan pengadaan satu kendaraan dulu, karena harganya juga sangat mahal yakni kurang lebih Rp 2 miliar untuk satu unit,” imbuh dia.

Dikatakannya, selama ini kesadaran pemilik angkutan masih kurang untuk melakukan uji KIR. Bahkan tak jarang saat melakukan razia pihaknya menemukan buku KIR Palsu.

“Kami menyarankan kepada asosiasi, agar standar keamanan  dan keselamatan terjamin dengan secara rutin melakukan uji KIR,” katanya.

Selain itu, Dishub Kota Semarang juga memaksimalkan penggunaan alat timbang portable untuk menimbang truk yang melintas. Alat tersebut untuk mendeteksi pelanggaran muatan berat yang sering overload. Sehingga merusak kondisi jalan karena melebihi muatan dibandingkan dengan kapasitas jalan.

“Kota Semarang baru memiliki satu alat. Nanti di perubahan anggaran, kami akan pengadaan lagi. Rencana kami akan mengajukan untuk membeli dua alat lagi,” ujar Khadik. (amu/zal)