Daging Tak Layak Konsumsi 

428
PERIKSA : Petugas DKP3 Kota Tegal saat memeriksa kadar air dan kandungan zat asam dalam daging yang dijual di pasar tradisional. (SYAMSUL FALAK/RATEG)
PERIKSA : Petugas DKP3 Kota Tegal saat memeriksa kadar air dan kandungan zat asam dalam daging yang dijual di pasar tradisional. (SYAMSUL FALAK/RATEG)

RADARSEMARANG.COM, TEGAL – Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Pangan (DKP3) Kota Tegal masih menemukan daging tak layak konsumsi yang bebas diperjual belikan. Bahkan, temuan tersebut merupakan hasil inspeksi mendadak di sejumlah pasar swalayan dan supermarket ternama di Kota Tegal.

Kepala DKP3 Nur Fuadi melalui Kepala Bidang Peternakan Zaenal Ali Mukti mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan melalui uji organoleptik di dua supermarket swalayan ternama. Sebanyak 5 pieces daging beku, ditemukan masih terpajang di etalase namun dalam kondisi sudah tidak layak konsumsi. Sebab, dilihat dari tekstur daging sapi sudah berbau anyir (busuk-red), pucat, dan tidak kenyal.

“Temuan daging tak laik konsumsi, langsung kami tarik dari pasaran dan disita. Manajemen supermarket, diberi teguran keras,” ungkapnya.

Menindaklanjuti temuan daging tak layak konsumsi, pihaknya meminta masyarakat lebih teliti dan cermat sebelum membeli. Menurutnya, adanya temuan tersebut dipicu faktor human error karena freezer sebagai tempat display daging tidak dinyalakan. Sehingga, membuat kualitas daging segar menjadi cepat hilang dan mudah busuk.

Kasi Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner DKP3 Liza Atikah memberikan tips dalam membedakan daging segar dan tak laik konsumsi. Diantaranya, ciri-ciri ayam bangkai adanya bercak merah kebiruan pada kulit, karkas bagian dalam berwarna kemerahan, berbau anyir, otot dada, dan paha lembek. Kemudian, ayam yang diawetkan menggunakan formalin, biasanya tak dihinggapi lalat, dan dijual tanpa menggunakan pendingin.

“Untuk daging sapi yang sehat, biasanya berwarna merah segar, aroma agak amis, serabut daging kasar dan kenyal, serta lapisan lemak tipis kecuali bagian tertentu,” jelasnya.

Liza Atikah menambahkan, sedangkan untuk daging sapi hasil gelonggongan, ciri-cirinya bisa dikenali dari warna daging cenderung pucat, dan daging berair jika dipegang. Sehingga, pedagang tidak berani menggantung daging gelonggongan karena kadar airnya akan menetes berlebihan.

Menurutnya, bagi warga yang mengetahui adanya peredaran daging tak layak konsumsi, pihaknya meminta agar hal itu segera dilaporkan ke DKP3 Kota Tegal. (syf/jpg/zal)

Silakan beri komentar.