Buru Para Pemasok Mercon

Sudah Tangkap Satu Penyedia Obat Petasan

226

“Kami berharap dan mengimbau masyarakat untuk tidak membeli atau memainkan petasan, karena berbahaya bagi diri sendiri maupun orang lain.”

AKBP Arief Bahtiar – Kapolres Kebumen

RADARSEMARANG.COM, KEBUMEN — Polres Kebumen tak akan menoleransi segala bentuk penjualan dan memainkan petasan saat perayaan Tahun Baru. Selain berbahaya, bersinggungan dengan petasan, dapat dijerat sanksi pidana, sesuai UU yang berlaku.

Untuk itu, Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar mengimbau masyarakat agar tidak membuat atau memainkan petasan saat merayakan Tahun Baru 2018. “Kami berharap dan mengimbau masyarakat untuk tidak membeli atau memainkan petasan, karena berbahaya bagi diri sendiri maupun orang lain,” ungkapnya disela-sela jumpa pers, Senin (25/12) kemarin. AKBP Arief Bahtiar berjanji bakal menggencarkan pemberantasan petasan selama masa Operasi Lilin Candi 2017.

Selain petasan, juga memberantas peredaran minuman keras di wilayah Kebumen. “Masyarakat hendaknya menikmati malam pergantian tahun dengan hal positif, tidak bermain petasan dan minuman keras.”

Sebagai tindakan nyata, Polres Kebumen melakukan razia bahan peledak, petasan, dan mercon. Dari operasi di wilayah Kecamatan Kebumen, polisi berhasil mengamankan satu tersangka dan barang bukti 4 kilogram obat mercon. Salah satu tersangka berinisial Ro, 49, seorang buruh bangunan. Ia warga Desa Sumberadi, Kecamatan Kebumen. Ro ditangkap Tim Walet Polres Kebumen karena memiliki obat mercon.

Awalnya, polisi mendapatkan informasi adanya seorang penjual obat mercon. Penjual yang dimaksud berinisial Ro. Tersangka dengan mudah ditangkap di sebuah warung. Barang buktinya, dua kilogram obat mercon. AKBP Arief Bahtiar mengatakan, tersangka memiliki obat mercon dari penjual lain berinisial Ki, 40. Ki tercatat warga Desa Kalirejo, Kebumen. Tersangka membeli obat Rp 70 ribu/kilogram, kemudian dijual kembali Rp 150 ribu/kg. “Total obat mercon yang didapat 4 kilogram, 4,5 kertas sumbu, tas punggung dan handphone,” katanya, Senin (25/12) kemarin. Ketika hendak diciduk, Ki keburu kabur.

Kapolres mengimbau masyarakat untuk tidak segan-segan melapor kepada polisi jika mengetahui informasi penjual obat mercon. “Tersangka melanggar pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951. Ancamannya, hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara sementara setinggi-tingginya dua puluh tahun.” (jpg/isk)