3.675 Orang Gugat Cerai

671

RADARSEMARANG.COM, SLAWI – Memasuki akhir tahun 2017, angka perkara gugatan cerai yang masuk di Pengadilan Agama (PA) Slawi kelas I B meningkat, dibanding tahun sebelumnya. Hingga kini perkara gugatan cerai yang sudah masuk mencapai 3.675, dan angka pemohon perceraian mencapai 491. Kepala PA Slawi kelas I B  Drs H Nuhari SH MH menyatakan, persentasi gugatan cerai dan angka pemohon perceraian itu menduduki rangking III Jawa Tengah setelah Cilacap dan Brebes.

“Bila dibanding dengan tahun sebelumnya, untuk tahun ini ada peningkatan sebesar 10 persen. Banyak inidikasi yang mempengaruhi tingginya angka perceraian di sini. Di antaranya masalah ekonomi rumah tangga, perselingkuhan dengan pihak ketiga, dan maraknya Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT),”ungkapnya, Senin (25/12).

Dari angka perkara gugatan cerai yang sudah masuk di mejanya, untuk ASN yang mengajukan masih dalam persentase kecil yakni 10 persen.

“Faktor alam, perubahan situasi yang global, merubah gaya hidup keluarga masa kini. Maraknya dunia maya atau ponsel berpengaruh besar pada keharmonisan rumah tangga. Berawal dari chatting, dan berlanjut ke dunia nyata dan seterusnya,”terangnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, PA sebenarnya sejajar dengan Pengadilan Negeri (PN).

Institusi yang dipimpinnya tidak hanya menangani masalah perceraian saja, namun juga masalah adopsi anak, dan syariah. Secara hukum, PA berupaya menegakkan legimitasi hukum Islam yang ada di Kabupaten Tegal.

“Salah satunya juga menyangkut soal waris.  Kami punya eksistensi untuk mendukung program pemerintah daerah terutama visi dan misi bupati serta wakil bupati,”tandasnya.  (her/ima/jpg/zal)