Tak Terbukti Pembunuh, Gugat Polres dan Kejari

254

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG Tidak terbukti melakukan tindak pidana pembunuhan disertai pencurian terhadap Suyati pada 25 Maret 2015 lalu. Tiga orang yang pernah didudukan di kursi pesakitan persidangan dan jeruji besi penjara ajukan gugatan tuntutan ganti rugi kepada Polrestabes Semarang dan Kejari Semarang.

Ketiganya adalah Aji Santoso, Nor Alam, dan Reza Sescar Prakoso. Setelah pernah mendapat gelar tersangka dan terdakwa oleh majelis hakim Mahkamah Agung (MA) dalam kasasinya sepakat membebaskan ketiganya karena dianggap tidak terbukti melakukan  pembunuhan yang terjadi di Plombokan, Semarang sebagaimana didakwakan oleh Kejari Kota Semarang.

Kuasa hukum Aji Santoso, Suryono mengatakan, kliennya sengaja mengajukan ganti rugi atas kasus tersebut, menurutnya hal itu sesuai yang diatur dalam Pasal 95 ayat (1) KUHAP. Ia mengatakan, berdasarkan putusan bebas dari PN Semarang maupun MA telah terjadi kekeliruan mengenai orang atau hukum yang diterapkan oleh Polrestabes Semarang dan Kejari Semarang dalam perkara pokok sebelumnya.

Selain itu, lanjut Suryono, sesuai Pasal 9 ayat (1) Peraturan Pemerintah nomor 92 tahun 2015 tentang perubahan kedua atas Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1983 tentang  pelaksanaan KUHAP, maka kliennya berhak menuntut ganti rugi berupa imbalan dengan nominal maksimal Rp. 100juta.

“Makanya klien kami (Aji,red) kembali memperjuangkan haknya untuk menuntut ganti rugi kepada negara untuk menggugat Polrestabes dan Kejari Semarang,”kata Suryono kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (24/12).

Advokat dari LBH Mawar Saron ini menyebutkan, ganti rugi tersebut berdasarkan kerugian-kerugian yang dialaminya akibat proses hukum yang sebelumnya diterapkan terhadapnya, di antaranya berupa kerugian kehilangan kesempatan mendapatkan pekerjaan selama mendekam dalam penjara mencapai 245 hari.

“Klien kami juga mengalami kerugian karena harkat dan martabatnya yang telah jatuh secara sosial dan psikologis, karena telah terlanjur dicap sebagai pembunuh dalam masyarakat,”sebutnya.

Aji Santoso mengaku menuntut Polrestabes Semarang dan Kejari Semarang untuk membayar secara tanggung renteng dalam mengganti kerugian akibat harkat serta martabatnya yang telah jatuh secara sosial maupun psikologis sebesar Rp 500 juta. (jks/zal)